Success Story

Inovasi Musik dengan Playtronica Ala Sisca Guzheng, Sang Pemain Harpa

"Membangun emosi itu enggak mudah, musik itu kan spiritual dan nggak bisa didapat hanya baca partitur saja"

TribunJabar/Putri Puspita
Tampil bersama gitaris Nectura, Hinhin dan Agung, Sisca memainkan “Rayuan Pulau Kelapa” dengan playtron di kediamannya 

"BEGITU ada pandemi aku kehilangan semangat hidup, nggak tahu mau ngapain, dan nggak tahu sampai kapan pandemi ini akan berlangsung," 

Itulah yang dirasakan musisi harpa asal Bandung, Fransisca Agustin (39). Saat pandemi muncul, ia kehilangan pendapatannya untuk tampil di acara pernikahan.

Dikenal dengan nama Sisca Guzheng Harp, perempuan kelahiran Bandung, 17 Agustus 1982 ini telah menggeluti musik harpa sejak 20 tahun lalu.

Sisca Guzheng sedang memainkan playtron di kediamannya, Jalan Andir, Bandung
Sisca Guzheng sedang memainkan playtron di kediamannya, Jalan Andir, Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Memang Tak banyak musisi yang memilih alat musik harpa untuk dimainkan.  Alat musik ini telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno dan juga dikenal di Indonesia.

Alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini mengeluarkan suara lembut ketika didengarkan.

Di Indonesia pemain harpa memang bisa dihitung jari, misalnya saja Maya Hasan,  Heidi Awuy, Rama Widi,  dan Ussy Pieters yang namanya cukup dikenal.

Baca juga: Billy Setiadi Tekuni Bisnis Piringan Hitam Aliran Musik Jazz, Koleksinya Mencapai Ribuan Keping

Ditemui di garasi rumahnya , Jalan Andir, Kota Bandung,  Sisca tampak begitu anggun dengan pakaian tradisional kebaya yang dipadukan dengan rok batik yang mengembang.

Sudah hampir satu tahun tidak ada festival kesenian, Sisca pun membuat pertunjukan di garasi rumahnya yang sudah didekorasi begitu nyaman.

"Temanya adalah sound of stuff, yaitu saya eksplorasi bunyi-bunyian menggunakan bahan dari alam," ujar Sisca kepada Tribun, Selasa (30/3).

Menggunakan alat yang dibeli dari Rusia secara online, Sisca melakukan inovasi dengan playtronica. Bahan hasil alam seperti wortel, petai, buah bit, belimbing, tomat, jeruk, dan jahe Semua bahan makanan tersebut terkoneksi dengan playtron.

Uniknya adalah cukup dengan menyentuh bahan ini, maka suara akan muncul dan bisa membuat nada seperti alat musik pada umumnya.

Tampil bersama gitaris Nectura, Hinhin dan Agung, Sisca memainkan “Rayuan Pulau Kelapa”. Ia juga memainkan alat musik harpa sehingga pertunjukan ini begitu unik.

Baca juga: Pertama Kali Bikin Gitar dari Kayu Bekas Pintu Rumah, Kini Gitar Buatan Meeng Banyak Dipesan Musisi

Terus melakukan inovasi dalam bidang musik menjadi distraksi positif yang dirasakan Sisca.

"Aku tahu kalau aku harus sibuk dan harus ada distraksi. Makanya ketika ada pandemi dan menemukan alat ini jadi semangat lagi," ujarnya.

Ia menceritakan keadaannya selama pandemi 2020 begitu pahit, jika sebelumnya dalam sebulan bisa mengisi 10 hingga 15 event, kini benar-benar kosong.

Apalagi Sisca lebih fokus tampil memainkan harpa di acara pernikahan dan selama pandemi, pesta pernikahan sama sekali tidak diperbolehkan.

Melalui inovasi ini Sisca berharap bisa berkolaborasi dengan seni rupa, seni tari, musik etnik dan teater. 

Sisca Guzheng memainkan playtron
Sisca Guzheng memainkan playtron (TribunJabar/Putri Puspita)

Harpa Itu Mudah Dipelajari

ALUNAN musik harpa terdengar begitu menenangkan saat Sisca Guzheng (39), memetik senar dan membawakan lagu 'Rayuan Pulau Kelapa'.

Harpa adalah alat musik yang memiliki senar dan seringkali diilustrasikan bersama dengan malaikat.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved