Berenyit Lembur, Band yang Mengangkat Kearifan Lokal dengan Enam Personel

"Kami membuat Berenyit Lembur karena memang dari kecil para personelnya sudah saling mengenal" 

Tribun Jabar/Zelphi
Band Berenyit Lembur saat berkunjung ke Tribun Jabar dan tampil di acara Kimi Show, Jumat (2/4/2021). 

TAK  banyak band anak muda apalagi pendatang baru yang tertarik mengangkat tema tradisional, terutama adat dan budaya daerah atau kearifan lokal sebagai bahan 'jualan'.

Namun band yang satu ini justru mengangkat tema yang tak popular tersebut sebagai jualan.

Nama bandnya Berenyit Lembur. Sebuah band unik. Namanya pun mereka ambil dari kebiasana dan kehidupan mereka di kampung atau desa.

Band Berenyit Lembur saat berkunjung ke Tribun Jabar dan tampil di acara Kimi Show, Jumat (2/4/2021).
Band Berenyit Lembur saat berkunjung ke Tribun Jabar dan tampil di acara Kimi Show, Jumat (2/4/2021). (Tribun Jabar/Zelphi)

Berenyit adalah Bahasa Sunda yang berarti anak-anak, sedangkan lembur artinya kampung atau desa.

Band ini berpersonelkan Akbar (vokal),  Iwan Kampret , Suhe (gitar),  Subchan (kahun), Lutfi (jimbe), serta  Asep Ceceng (tamborin).

Menurut Akbar, nama Berenyit Lembur dipakai karena mereka berasal dari kampung. Lembur  adalah tempat hidup mereka  sejak dari kecil.

"Selain itu kami membawakan atau membuat lagu yang biasanya ada atau akrab di lembur, seperti tentang permainan anak  ucing-ucingan (main kucing-kucingan, Red), dan keadaan suasana di lembur dulu,” kata Akbar ketika tampil di acara Kimi Show di Studio Tribun Jabar, Jumat (2/4).

Baca juga: Inovasi Musik dengan Playtronica Ala Sisca Guzheng, Sang Pemain Harpa

Bahkan sekarang, mereka juga membawakan nyanyian dan kaulinan (permainan, Red) anak seperti oray orayan, endog-endogan, dan yang lain.

Subchan menambahkan, Berenyit Lembur terbentuk sekitar satu tahun, saat Pandemi Covid-19 datang ke indonesia.

Kala itu, katanya, berita di media terus-menerus membahas lockdown dan tentang pandemi hingga akhirnya pemerintah memutuskan PSBB.

"Kami membuat Berenyit Lembur karena memang dari kecil para personelnya sudah saling mengenal  dan memang sudah suka musik. Kumpul-kumpul main gitar saat kegiatan dibatasi karena adanya Covid dengan mengalir yang kemudian ujug-ujug melahirkan kesepakatan bikin Berenyit Lembur,” katanya.

Baca juga: Billy Setiadi Tekuni Bisnis Piringan Hitam Aliran Musik Jazz, Koleksinya Mencapai Ribuan Keping

Kemudian, kata Subchan, mereka mulai serius mengangkat nyanyian kaulinan barudak  dan kondisi yang ada di sekitar.

“Itu berkat ngobrol-ngobrol sambil ketawa mengingat masa kecil dulu, mulai dari ucing-ucingan, lulumpatan, hingga kenakalan masa kecil dulu,” katanya.

Hal tersebut, kata Subchan memunculkan ide nama Berenyit. ”Dulu saat kecil memang enggak bisa diam dan kami semua ada di lembur, jadi Berenyit Lembur," katanya.

Pilih Formasi yang Fleksibel

BERENYIT Lembur memiliki formasi band yang cukup unik dengan mengandalkan harmonisasi dua gitar dan dua perkusi serta satu tamborin.

Menurut Iwan Kampret, formasi dua gitar, kahon, jimbe dan tamborin, dengan hanya satu vokal, sengaja diusung karena memang mereka menginginkan formasi ini. 

Band Berenyit Lembur saat berkunjung ke Tribun Jabar, Jumat (2/4/2021).
Band Berenyit Lembur saat berkunjung ke Tribun Jabar, Jumat (2/4/2021). (Tribun Jabar/Zelphi)

"Formasi ini fleksibel, bisa berubah-ubah  mungkin tak selalu seperti ini karena para personel juga bisa bermain di posisi lain dan bisa berkolaborasi dengan seniman dan musisi lainnya," ujar Iwan. 

Dalam kesempatan yang sama,  Suhe menambahkan bahwa formasi ini sebenarnya memaksimalkan yang ada dan nantinya bisa menyesuaikan.

Baca juga: Penyanyi Tantri Kotak Pilih Investasi Rumah Kos untuk Penghasilan Tambahannya, Punya 8 Kamar

"Misal ganti alat yang dimainkan, tapi personelnya masih tetap ini, misal Asep Ceceng, yang pegang tamborin bisa saja sambil main gendang, jadi main gendangnya lepas tangan satu," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved