Success Story

Dini Fitriyah: Ini Hadiah dari Hijrah dan Perjuangan

"Saya nggak tahu sama sekali penjualan agen itu apa. Tapi saya langsung cari tahu dan mempelajarinya".

istimewa
Dini Fitriyah 

MENGALAMI jatuh bangun ketika memulai usaha menjadi perjalanan seru bagi pemilik usaha fesyen muslim Mouza Indonesia.

Di balik kesuksesan Mouza Indonesia saat ini, perempuan kelahiran Palembang, 6 Agustus 1981 ini justru memulai karier berjualannya dengan berjualan aksesori di emperan alun-alun Majalengka.

Ditemui di sela acara Indonesia Hijab Walk, pemilik nama lengkap Dini Fitriyah mulai berjualan aksesoris seperti bando, stiker pada 2015 selama satu tahun.

Pemilik Mouza Indonesia, Dini  Fitriyah (kanan) saat fashion show acara Indonesia Hijab Walk
Pemilik Mouza Indonesia, Dini Fitriyah (kanan) saat fashion show acara Indonesia Hijab Walk (istimewa)

Setelah mengalami bangkrut, Dini memang bisa bertahan hidup dengan berjualan. Namun ia merasa tidak ada perubahan dalam kehidupannya.

"Dari jualan itu saya dapat keuntungan Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu, kadang malah sudah keburu diusir Satpol PP," ujar Dini di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto, Bandung, pekan lalu.

Untuk mengubah kehidupannya, Dini pun mengambil langkah lain. Ia pindah ke Bandung untuk memulai kehidupannya yang baru.

"Kalau mau hidup berubah ya harus berani melakukan perubahan ekstrem. Saya hijrah ke Bandung, nggak kenal siapa-siapa, dan nggak ada saudara," ujar Dini.

Baca juga: Dengan Modal Rp 500 Ribu Iren Kembangkan Bisnis Hijab, Tak Mau Lagi Berutang ke Bank

Pindah ke Bandung dalam keadaan bangkrut dan tidak memiliki uang, Dini bersama sang suami dan empat  anaknya mengontrak rumah sederhana.  Mereka tidur beralaskan tikar. Dari Majalengka, Dini hanya membawa baju, tikar, dan televisi.

"Seminggu pindah, kena vertigo karena nggak tidur di kasur. Tapi saya selalu bilang sama diri sendiri kalau ini adalah proses bukan ujian.  Nanti pasti akan diganti dengan yang lebih baik," ucapnya.

Ide Dini memulai bisnis fesyen karena  pada saat bangkrut ia tidak memiliki uang untuk membeli baju baru.

Dini Fitriyah pemilik Mouza resmikan gerai Mouza di Miko Mall Bandung
Dini Fitriyah pemilik Mouza resmikan gerai Mouza di Miko Mall Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Suatu saat ketika ibu empat  anak ini telah menabung untuk membeli baju, ternyata bajunya tidak sesuai ekspektasi. Ia pun sempat berucap mau membuat baju sendiri saja. Hingga pada 2016, Dini pun memulai terjun ke industri fesyen.

"Saya berpikir gimana caranya bertahan hidup bersama keluarga tanpa terlilit utang. Menjaga jati diri keluarga, apapun akan saya lakukan. Saya pun  memilih bisnis pakaian yang dijual secara online," ujarnya..

Menurut Dini, pakaian cocok dijadikan pilihan karena aman dalam pengiriman, tidak seperti makanan yang akan ada tanggal kadaluarsa jika telat dalam pengiriman.

Baca juga: Ardhina Merancang Hijab 4 In 1, Ingin Membangun Mimpi Bersama Anak-anak Muda yang Kreatif

Dini memulai modal Rp 3 juta untuk membeli kain. Memiliki basic public speaking, Dini pun menanamkan kepercayaan kepada penjual kain.

Ia bersyukur di awal perilisan Mouza Indonesia, ia berhasil menjual 204 pieces pakaian di hari pertama. "Saya merasa amazing dengan keajaiban yang Allah kasih. Ini adalah hadiah dari hijrah dan perjuangan saya," ujarnya.

Saat ini Mouza Indonesia sudah memiliki ribuan agen di Indonesia maupun mancanegara.

Dini Fitriyah
Dini Fitriyah (istimewa)

Uniknya adalah penjualan melalui agen ini pun yang membuat Dini mampu bergerak memutar roda perkekonomian.

Sistem agen ini dikatakan Dini justru tidak disengaja karena saat ia mengiklankan ada yang bertanya bagaimana cara menjadi agen Mouza.

"Saya nggak tahu sama sekali penjualan agen itu apa. Tapi saya langsung cari tahu dan mempelajarinya. Saya mendapatkan modal dari agen Rp 15 juta," ujarnya.

Baca juga: Indy Ratna Pratiwi, Influencer Fesyen yang Gemar Memadupadankan Warna Busana

Dari uang tersebut, Dini justru bisa membayar lunas kain dan penjahit dari produk yang dijualnya. Ia pun merasa beruntung karena tidak mengeluarkan modal dan hasil penjualan pertamanya justru sudah mendapatkan balik modal.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved