Beternak kelinci Hias, Omzet Nurdin Capai Rp 10 Juta Per Bulan di Musim Pandemi Ini

"Kalau dihitung, kelinci yang dua jenis ini totalnya sekitar 40 ekor. Ya lumayan, namanya juga hobi yang penting ditekuni saja,"

Tribun Jabar/Padna
Nurdin sedang merawat kelinci hias di kandang miliknya, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran. 

AWALNYA  kelinci memang hewan liar, dan dahulu kebanyakan kelinci hidupnya di hutan-hutan.

Namun, karena kelinci termasuk hewan lucu dan sangat jinak, ada beberapa masyarakat yang memeliharanya.

Khususnya di Daerah Pangandaran, seorang peternak kelinci hias warga Karanganyar RT 3/2 Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran, Nurdin (31) yang pertamanya hobi namun sekarang menjadi ladang bisnis baginya.

Meskipun air seninya cukup bau, itu tidak menjadi persoalan karena sudah menjadi hobi bagi Nurdin dan akan terus ditekuninya.

Nurdin sedang merawat kelinci hias di kandang miliknya, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran.
Nurdin sedang merawat kelinci hias di kandang miliknya, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran. (Tribun Jabar/Padna)

Nurdin sekarang memiliki nama sendiri yaitu farm Dhin Rabbitry Pangandaran dengan Breeding (Ternak) dua jenis kelinci hias yang diternaknya yaitu Lionhead dan Holland lop.

"Saya, mulai hobi memelihara kelinci sejak tahun 2010. Namun mulai tahun 2011 akhir sampai sekarang, saya tertarik memelihara kelinci hias jenis Lionhead dan Holland lop," kata Nurdin saat ditemui Tribunjabar di rumahnya, Minggu (21/3/2021).

Seperti yang berada di kandang ini, kata Nurdin, semuanya hanya ada 2 jenis kelinci hias yaitu Lionhead dan Holland lop.

Baca juga: Inding Taswan Tekuni Bonsai Kelapa yang Dipadukan dengan Ikan Cupang dalam Akuarium

"Kalau dihitung, kelinci yang dua jenis ini totalnya sekitar 40 ekor. Ya lumayan, namanya juga hobi yang penting ditekuni saja," ucapnya.

Nurdin memaparkan, mengenai penjualan lokalnya diluar Jawa Barat, Ia menjual ke wilayah Sumatra, Jawa tengah, Jawa timur, Maluku, Papua dan juga Kalimantan.

"Tapi kalau ekspornya, baru ada yang membeli dari warga Filipina, Pakistan, Korea dan Malaysia," ucapnya.

Mengenai pemasaran, lanjut Nurdin, dirinya hanya menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram maupun WhatsApp.

Baca juga: Menjadi Korban PHK Saat Pandemi, Omzet Maryamah Jualan Harum Manis Kini Rp 18 Juta Per Minggu

Kalau untuk harga relatif, tergantung kualitasnya. Jadi, meskipun kecil dan usianya muda tapi kualitasnya bagus, harganya juga tentu menggiurkan.

"Yang kualitas Pet itu sekitar Rp 400 ribu, untuk kualitas Bood Rp 1 juta hingga Rp 1.5 juta, dan kualitas show biasanya di atas Rp 2 juta hingga Rp 5 juta," kata Nurdin.

Untuk omzet, tambah Nurdin, dulu sebelum pandemi sebulannya mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Namun, pandemi sekarang omzetnya hanya Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Selanjutnya, untuk masalah kendala perawatan biasanya dari faktor cuaca ekstrim seperti adanya hujan terus yang berakibat perut kelinci kembung, dan diare.

Baca juga: Dari Bisnis Ikan Cupang di Caracas, Ibnu Meraih Rp 5 Juta Per Bulan

"Cuma sebelumnya, Saya sudah disediakan obat dan juga cara pengobatan kelinci hias ini," ucapnya.

Untuk pakan, kata Nurdin, Ia biasa memberikan pakan pelet, Hay atau rumput kering, dan ditambah buah buahan seperti apel, wortel dan pepaya.  (tribunjabar/padna)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved