Desa Kecil di Ujung Selatan Kota Nanas Ini Produsen Arang Kayu Penambah Devisa Negara

"Justru ini di luar ekspektasi kami, awalnya memang tujuan pasar hanya wilayah Subang saja"

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Proses bongkar muat arang kayu di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, 

"Ekspor perdana kami sebanyak 20 ton arang, dengan tujuan awal ke Saudi Arabia, itupun permintaan mereka sebenarnya 40 ton," ujarnya.

"Nah hari ini kami sudah ekspor kedelapan kalinya, permintaan mereka sekarang kami penuhi, kami ekspor 40 ton sekarang," kata Tono.

Arang milik Tono dan kawan-kawan yang kini merambah pasar internasional memang dikenal memiliki kualitas baik.

"Sebenarnya sama dengan yang lain, tapi kami kembangkan dari proses pembakaran dengan suhu terukur, agar nantinya tekstur arang bagus dan tidak rapuh atau terlalu keropos, sehingga nyala bara arang nantinya bertahan lebih lama dan tidak terlalu menimbulkan asap yang pekat," katanya.

Baca juga: Gadis yang Tinggal di Hutan Kaki Gunung Tangkuban Parahu Ini Bertekad Kuliah di Perguruan Tinggi

Tono juga merasa terbantu oleh Pemerintah Kabupaten Subang yang selama ini memberikan sejumlah dorongan, seperti mempermudah kegiatan ekspor. "Kami selalu difasilitasi, salah satunya dengan mempermudah kegiatan ini ekspor, izin nya, regulasi dan lain-lain," katanya.

Andrew Mandala, tokoh pengusaha muda Subang yang ikut pelepasan ekspor mengaku, sangat bangga kepada UKM Jawara Arang,

"Tidak seperti kebanyakan UKM lain, ditengah pandemi Covid-19 Jawara Arang masih produktif bahkan bisa ekspor," katanya.

Menurut Andrew, UKM dinilai strategis bagi penciptaan lapangan kerja serta percepatan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Baca juga: Dr Maxi Kini Menjabat Kadinkes Subang, Akan Fokus Benahi Data BPJS untuk Mudahkan Warga Berobat.

Keberadaa UKM Jawara Arang di Subang ini juga diharapkan tak hanya berkembang dari segi jumlah dan kualitas produksi, akan tetapi dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Khususnya di kabupaten Subang saat ini masih butuh banyak jenis usaha yang survive semacam ini, terlebih di tengah kondisi pendemi kami memang mesti ekstra menjalankan strategi usaha, kami berharap akan banyak UKM Jawara Arang selanjutnya dengan beragam produk dan ciri khasnya." kata Andrew. (tribunjabar/irvan maulana)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved