Desa Kecil di Ujung Selatan Kota Nanas Ini Produsen Arang Kayu Penambah Devisa Negara

"Justru ini di luar ekspektasi kami, awalnya memang tujuan pasar hanya wilayah Subang saja"

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Proses bongkar muat arang kayu di Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, 

GELIAT ekonomi di Subang Selatan, tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan potensi wisatanya, juga menyimpan asa bagi para perajin arang kayu.

Usaha Kecil Menegah (UKM) Jawara Arang, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, kini berhasil menambah devisa bagi Kabupaten Subang berkat produk arang kayu yang diekspor ke berbagai negara di Timur Tengah.

Pekan lalu rumah produksi UKM Jawara Arang kembali mengekspor 40 ton arang kayu dengan tujuan berbagai negara di Timur Tengah.

arang kayu
arang kayu (wikipedia)

Arang kayu memang bukan hal yang istimewa, bahkan sisa pembakaran kayu tersebut seringkali dianggap barang yang tak bernilai bagi masyarakat lain, namun berbeda cerita di Desa Cisaat ini.

Para pejuang ekonomi di Desa Kecil sudut selatan Kota Nanas ini memberikan kabar bahagia dari pemanfaatan sisa pembakaran kayu tersebut.

Perintis sekaligus penggerak UKM Jawara Arang, Tono, mengatakan awal mula merintis usaha arang kayu memang tak pernah berpikir akan sebesar seperti saat ini.

"Justru ini di luar ekspektasi kami, awalnya memang tujuan pasar hanya wilayah Subang saja, jangankan keluar negeri keluar daerah saja belum terpikir sama kami," ujar Tono ketika ditemui Tribun di rumah produksi Jawara Arang, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater Kabupaten Subang.

Baca juga: Kopka Hamim yang Sederhana dan Penuh Dedikasi ini Mendapat Rumah Layak Huni dari Waka Polres Subang

Seiring berjalannya waktu, kualitas produksi arang kayu milik Tono dan kawan-kawan terus dikembangkan, alhasil dengan kualitas yang mereka kembangkan, arang kayu mereka kian diminati pasar, bahkan masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak setahun silam juga tidak mempengaruhi pasar arang kayu Tono dan kawan-kawan.

"Permintaan arang kayu di pasar internasional tidak berhenti selama pandemi, malah saya pikir meningkat sekitar 100 persen," kata Tono.

Dijelaskan Tono, rumah produksi Jawara Arang mulai ekspor perdana pada September 2020.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved