Rony Lukito Dirikan Eiger Saat Lulus STM di Usia 17 Tahun, Kini Punya 250 Toko di Indonesia

Eiger ingin memberikan pengalaman menyeluruh untuk bersama-sama belajar dalam menambah pengetahuan berkegiatan luar ruang

TribunJabar/Putri Puspita
Adji Santoso, Deputy Managing Director PT Eksonindo MPIMPI saat menjelaskan soal sejarah Eiger 

NAMA Eiger Adventure tidak asing lagi bagi penggemar olahraga luar ruang atau petualang. Brand perlengkapan outdoor lokal asal Bandung ini  menemani masyarakat sejak 1989 dan terus melakukan inovasi pada produk yang diluncurkan.

Deputy CEO PT Eigerindo MPI, Christian Hartanto Sarsono, menceritakan pendiri Eiger, Ronny Lukito merupakan lulusan STM memulai usaha ini sejak usia 17 tahun.

Ia mulai membuat tas dengan mesin jahit merk Butterfly yang kemudian tas yang ia jual pun dinamai hal serupa.

Pegawai pabrik PT Eksonido Multiproduct Industry yang sedang menjahit produk Eiger
Pegawai pabrik PT Eksonido Multiproduct Industry yang sedang menjahit produk Eiger (TribunJabar/Putri Puspita)

"Saat itu Pa Ronny sempat nawarin ke departement store namun ditolak hingga 12 kali, untuk pengajuan ke 13 kalinya baru diterima, " ujar Christian di kantor Eiger, Jalan Pangauban, Katapang, Kabupaten Bandung, Rabu (17/3/2021).

Eiger pun mendirikan toko pertama di Jalan Cihampelas yang kini berkembang jadi flagship store.  Ia mengatakan nama Eiger diambil dari Gunung Eiger dj Swiss yang kemudian Ronny Lukito berhasil mendaki puncak Gunung Eiger pada 2002.

Baca juga: Menjadi Korban PHK Saat Pandemi, Omzet Maryamah Jualan Harum Manis Kini Rp 18 Juta Per Minggu

Pada 2016, Eiger pun fokus pada produk yang bisa digunakan untuk iklim tropis.

"Kekayaan alam tropis Indonesia yang beragam membuat Eiger berkomitmen terus melakukan riset dan pengembangan agar produk yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Ratusan pegawai pabrik PT Eksonido Multiproduct Industry sedang mengerjakan produk Eiger
Ratusan pegawai pabrik PT Eksonido Multiproduct Industry sedang mengerjakan produk Eiger (TribunJabar/Putri Puspita)

Adji Santoso,​ Deputy Managing Director PT Eksonindo MPI, mengatakan saat ini Eiger telah mendistribusikanproduknya ke 250 Eiger Adventure Store ke seluruh Indonesia.

Ia mengatakan melalui filosofi nama Eiger memiliki arti  Education, Inspiration, Green Life, Experience​, dan​ Responsibility.

Baca juga: Tekun Membuat Miniatur Kapal Laut dari Kayu, Toto Rizaldi Banjir Pesanan di Masa Pandemi

"Melalui produk yang diluncurkan, Eiger ingin memberikan pengalaman menyeluruh untuk bersama-sama belajar dalam menambah pengetahuan berkegiatan luar ruang dan pelestarian alam," ucapnya.

Di masa pandemi ini, kata Adji, penjualan barang untuk di online terus membaik bahkan mengalami peningkatan.  Penjualan barang yang terus diminati Eigerian adalah pakaian kaos sehari-hari dan  kemeja.

"Namun saat ini menariknya orang-orang sudah mulai banyak yang kemping. Tenda dan peralatan kemping keluarga pun banyak diminati, " ucapnya.

Tas produk Eiger yang baru selesai diproduksi
Tas produk Eiger yang baru selesai diproduksi (TribunJabar/Putri Puspita)

Memiliki luas pabrik kurang lebih 3 hektare, pemandu dari tim Eiger mengajak Tribun menuju bagian pemillihan kain, pemotongan kain, proses penjahitan, hingga ke laboratorium uji coba produk yang akan dijual.

"Setelah kain datang akan langsung di cek dengan mesin khusus. Jika ada cacat, maka tidak akan digunakan," ujar Senior Advicer and Finance Comissioner PT Eksonido Multiproduct Industry, Winarti Yahya.

Baca juga: Jualan Pakaian Bekas Layak Pakai, Emon Mampu raih Omzet Rp 50 Juta Per Bulan

Proses pengecekannya yaitu kain akan dibentangkan kemudian dicek dengan alat, supaya kualitas produk akan terjaga.

Lalu setelahnya guide membawa ke ruangan pemotongan kain yang digunakan untuk bagian dalam tas atau bagian lainnya.

"Kami menggunakan alat dengan teknologi komputer sehingga proses pemotongannya lebih rapih dan bisa langsung memotong banyak kain," ujarnya.

Pengecekan kain ketika sampai di pabrik Eiger, PT Eksonido Multiproduct Industry di Katapang, Kabupaten Bandung
Pengecekan kain ketika sampai di pabrik Eiger, PT Eksonido Multiproduct Industry di Katapang, Kabupaten Bandung (TribunJabar/Putri Puspita)

Para pegawai pabrik pun cukup mengikuti pola yang sudah ada di komputer sehingga memudahkan dalam bekerja.

Setiap potongan kain ini akan dipisahkan sesuai  kebutuhan yang akan digunakan.

Lalu kain-kain ini akan dibawa ke bagian proses penjahitan. Ratusan pegawai pabrik tampak menggunakan APD seperti masker, penutup kepala, dan apron untuk keamanan protokol kesehatannya.

Baca juga: Berkat Prangko Gita Jadi Pebisnis Filateli, Hidupnya Berkecukupan, Beberapa Kali ke Luar Negeri

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved