Berkat Prangko Gita Jadi Pebisnis Filateli, Hidupnya Berkecukupan, Beberapa Kali ke Luar Negeri

"Keliling luar negeri , beli rumah, bisa mapan seperti saat ini, semua dari prangko, alhamdulillah"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Gita Noviandi dengan koleksi sampul surat dan prangko pendiri badan pandu dunia, Lord Baden Powell 

SIAPA orangnya yang tidak akan merasa bahagia jika dapat bepergian ke berbagai negara dunia serta mampu mencukupi kehiduapannya hanya berbekal hobi yang digemari?  Tentunya hal ini bukanlah sebuah hal yang mustahil, bahkan sangat mungkin terjadi terhadap semua orang.

Adalah Gita Noviandi yang mampu mewujudkan hobinya sebagai seorang filatelis yang kelak akan membawanya menuju banyak keberuntungan yang ia peroleh dari waktu ke waktu.

Ttiga dekade lalu, orang tidak mengenal  Gita yang sukses meraih mimpinya seperti saat ini.

Koleksi Gita Stamp
Koleksi Gita Stamp (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Perubahan hidup pria kelahiran Karawang 1976, terjadi ketika pada saat ia menjadi panitia sebuah perhelatan pameran filateli tingkat Asia Pasifik di Jakarta. Saat itu, Gita terlibat sebagai anggota panitia.

Suatu hari di sela pameran, Gita melihat ada proses jual benda filateli yang saat itu dijual terbatas.  Harga yang harus dibeli oleh pengunjung untuk benda filateli itu adalah seharga Rp2.500 dan hanya boleh membeli sebanyak dua item saja.

Baca juga: Ikan Koi ukuran Besar yang Dijual Hendar Bisa Mencapai Rp 10 Juta Per Ekor

"Waktu itu saya melihat banyak sekali orang rela mengantre untuk membeli benda filateli itu. Eh ternyata, setelah membeli benda itu, ketika dijual lagi harganya bisa menjadi lebih tinggi. Dari situ rasa penasaran saya tentang benda filateli mulai terbuka sekaligus menandai saya untuk memulai terjun ke dunia filateli," tutur Gita ketika  ditemui di rumahnya, kawasan Kiara Asri V, pekan lalu.

Karena mulai tertarik untuk mendalami dunia benda-benda pos dan sejenisnya, Gita yang semula berdomisili Karawang ini memutuskan untuk "hijrah" ke Bandung pada .

Hal ini dia lakukan karena Kota Bandung adalah ibukota Kantor Pos Indonesia dan juga memiliki klub atau komunitas yang bergerak di bidang filateli.

Baca juga: Pendapatan Eka Widya dari Berbisnis Ikan Cupang Bisa Mencapai Rp 2 Juta Sehari

 Di Bandung, Gita pun tak butuh lama untuk bergabung di sebuah klub filateli yaitu Perkumpulan Filateli Remaja Bandung. Dari sini, Gita mulai mengikuti banyak kegiatan, di antaranya adalah mengikuti pameran filateli di Makassar pada 1997.

"Di pameran ini saya menyabet medali sebagai filatelis remaja terbaik Nasional," ujarnya.

koleksi sampul surat dan prangko pendiri badan pandu dunia, Lord Baden Powell yang merupakan koleksi termahal
koleksi sampul surat dan prangko pendiri badan pandu dunia, Lord Baden Powell yang merupakan koleksi termahal (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved