Diana Biasa Posting Kue-kue Buatannya di Media Sosial, Hasil Keuntungan untuk Uang Jajan Anak

"Kalau uang untuk modal awal itu sudah pasti, cuma kalau rasanya tidak enak siapa yang mau beli,"

TribunJabar/Padna
Diana Mardiana sedang membuat kue di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran 

USAHA kuliner rumahan merupakan  pilihan dimasa pandemi sekarang ini.  Dengan pemasaran yang ditunjang oleh media sosial (online), memudahkan pengusaha kuliner untuk menjual hasil produksinya.

Selain menjadi pilihan usaha, pekerjaan usaha kuliner rumahan ini menjadi alternatif untuk tetap produktif meskipun disaat pandemi.

Misalnya usaha kuliner rumahan dengan membuat berbagai jenis kue, yang tentu agar bisa menarik konsumen, kualitas rasa dan bentuk harus benar-benar diperhatikan.

Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (TribunJabar/Padna)

Seperti halnya jenis usaha mikro kuliner rumahan yang ditekuni seorang ibu dua anak bernama Diana Mardiana (26), warga Kampung Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

"Saya, sudah dua tahun lebih menekuni usaha kuliner rumahan seperti ini, membuat berbagai macam jenis kue," ujar Diana kepada Tribun di rumahnya, Minggu (14/2/2021) sore.

Ia memproduksi berbagai jenis kue basah seperti donat, bolu gulung, kue pernikahan, kue ulang tahun, dan lainnya bergantung pemesanan.

Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

"Harga variatif, untuk kue donat yang biasa saya jual ukuran kecil Rp 1.500 per biji, bolu gulung Rp 25 ribu per gulung, untuk wedding dan birthday cake bergantung ukuran, mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 350 ribu," kata Diana.

Diana mengatakan, kualitas rasa dan bentuk menjadi paling utama untuk menarik perhatian calon pembeli.

"Kalau uang untuk modal awal itu sudah pasti, cuma kalau rasanya tidak enak siapa yang mau beli," ucapnya.

Untuk prosesnya lumayan lama, tapi yang penting ditekuni. Karena proses itu sudah merupakan bagian kesibukannya sehari-hari.

Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Donat buatan Diana Mardiana di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (TribunJabar/Padna)

"Tak apa-apa sibuk juga, yang penting ada pembeli dan bisa menghasilkan uang. Minimal buat anak jajan," katanya.

Menurutnya, penghasilan bagi dirinya sudah lumayan besar sebab modalnya juga bertahap. Untuk keuntungan dari sisa modal paling rata-rata Rp 60 ribu sampai Rp 150 ribu.

"Ya, paling untungnya sekitar 35 persen lah dari modal awal, tapi belum terhitung waktu dan tenaganya. Kalau sedang ramai seperti ada yang nikahan atau ulang tahunan, lumayan. Intinya Tergantung banyak tidaknya yang pesanan sih," ucap ia.

Diana Mardiana sedang membuat kue di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran
Diana Mardiana sedang membuat kue di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran (Tribun Jabar/Padna)

Mengenai pemasaran, lanjut Diana, untuk menjual hasil produksi kuenya, iya tidak mempunyai tempat toko seperti pengusaha kuliner kue lainya.     

"Tidak punya toko, paling supaya ada pembeli Saya sering posting di media sosial," katanya. (tribunjabar/padna)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved