Ikan Koi ukuran Besar yang Dijual Hendar Bisa Mencapai Rp 10 Juta Per Ekor

“Dulu semuanya untuk peternakan ikan gurame, tapi 2016 beralih total digunakan untuk budi daya ikan koi,”

TribunJabar/Andri M Dani
Hendar Suhendar, peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis. 

CIAMIS, TRIBUN – Selama masa pandemi Covid-19 ini permintaan ikan koi di tingkat petani naik dua kali lipat.  Hal ini menyusul munculnya penggemar (penghobi) dan pembudaya baru.

Menurut  Ketua Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC), Hendar Suhendar, yang juga peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis, pandemi Covid-19 ini melahirkan penggemar-pengemar baru ikan koi sekaligus meningkatkan pembudidayaan ikan asal Jepang itu. 

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat tajam, usaha ikan koi yang dilakoninya dengan bendera HD Jaya Fish melakukan terobosan dengan membina petani plasma.

Hendar Suhendar Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC) di kolam koi di rumahnya,  Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis
Hendar Suhendar Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC) di kolam koi di rumahnya, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Petani yang semula beternak ikan nila, gurame, atau ikan lainnya diajak kerja sama untuk menjadi pendeder dan pembesaran ikan koi.

“Pasokan benih tetap dari sini. Dengan berbagai ukuran. Setelah didederkan dan dibesarkan, ikan-ikan tersebut kembali saya tampung. Sekarang mitra plasmanya menyebar di 27 kecamatan di Ciamis,” ujar Hendar yang sudah merintis usaha koi sejak 2014.

Pria yang malang melintang di berbagai kontes ikan koi tingkat regional maupun nasional.

Baca juga: H Syarifudin Datangkan Indukan Ikan Koi Kohaku yang di Jepang Laku Rp 27 miliar ke Cianjur

ini juga membina peternak pembenih ikan koi (breeding) di Kecamatan Banjaranyar dan Kecamatan Banjarsari.

Dengan 65 ekor indukan ikan koi yang terdiri dari 20 ekor betina dan 45 ekor jantan, Hendar melakoni usaha budi daya ikan koi dengan 21 petak kolam di belakang rumahnya.

Sebanyak tiga petak kolam untuk breeding, delapan petak penetasan, dan 10 petak untuk pendederan dan pembesaran.

“Dulu semuanya untuk peternakan ikan gurame, tapi 2016 beralih total digunakan untuk budi daya ikan koi,” ujar pria yang menjadi penampil terbaik “best in size” 25 BU tsubaki JWB World Contest yang diikuti 614 peserta dengan jumlah ikan yang dilombakan 4.446 ekor di Bandung, September 2019.

Hendar Suhendar, Ketua Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC),  yang juga peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis
Hendar Suhendar, Ketua Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC), yang juga peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis peternak ikan koi di Kampung Jiwa Karsa, RW 03, Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Hendar membudiyakan hampir semua jenis ikan koi, mulai dari jenis geronomo, shusui, kumonryu, ochiba, ogon (silver),  asagi,  shigure, dan banyak nama lainnya sesuai nama dari negeri leluhur ikan itu, Jepang.

Harga ikan koi hasil budidaya yang dilakoni Hendar pun beragam mulai dari ukuran kecil Rp 1.500 per ekor sampai yang besar kelas kontes mencapai Rp 10 juta per ekor. Untuk kelas kontes ada perlakuan khusus, biasanya dirawat dalam akuarium atau wadah khusus.

Baca juga: Berhenti Jadi Karyawan di Perusahaan Swasta, Nendi Suhendar Sukses dalam Bisnis Budi Daya Ikan Koi

Para peminat ikan koi hasil budidaya Hendar datang dari berbagai daerak tak hanya di wilayah Priangan Timur, tetapi juga sampai ke Bandung, Cilacap, dan beberapa kota lainnya.

Dengan  jumlah indukan sebanyak 65 ekor,  yang mana 20 ekor di antaranya betina, Hendar cukup repot untuk memenuhi permintaan.

“Saya berharap para senior penggemar  mau menitipkan ikan koi peliharaannya di kolam saya. Nitip buang telur istilahnya. Kalau nggak kualitas ikan peliharaannya bisa menurun bahkan bisa menimbulkan kematian”ujarnya.

Hendar Suhendar, peternak koi di Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis
Hendar Suhendar, peternak koi di Dusun Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Dalam budidaya ikan koi menurut Hendar, mulai dari memijahkan (breeding), pendederan, sampai pembesaran tidaklah terlalu sulit. Yang sulit itu adalah memelihara kualitas air.

Bila kualitas air tidak terpelihara, kualitas ikan koi akan menurun yang berdampak penurunan harga. Tentunya yang paling berbahaya, bila kualitas air kurang terjaga.Ikan rawan terserang hama dan penyakit. Seperti hikui dan kutu yang bisa memperlambat pertumbuhan bahkan kematian. (tribunjabar/andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved