Zaim Saidi Sebut Banyak yang Tidak Paham Dirham dan Dinar, Ini Sosok Pendiri Wakala Nusantara

"Tentang dinar, dirham dan fulus lagi viral. Karena ketidakpahaman banyak orang. Silakan pelajari dan pahami.

tribun.sumsel.com
Zaim Saidi, pendiri pasar muamalah di depok 

ZAIM Saidi,  pendiri Pasar Muamalah di Depok telah ditangkap oleh Badan Reserse dan Kriminal Polri  pada Selasa (2/2/2021).

Ia ditangkap karena keberadaan Pasar Muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat yang menggunakan koin dinar dan dirham sebagai alat pembayaran.

Hal tersebut dianggap melanggar Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang mewajibkan setiap transaksi di Indonesia menggunakan mata uang rupiah.

Zaim Saidi, pendiri pasar muamalah di Depok
Zaim Saidi, pendiri pasar muamalah di Depok (Tribunnews)

Zain Saidi sendiri sebenarnya bukan orang yang asing dalam penggunaan dinar dan dirham. Ia dikenal sebagai sosok yang mengkritisi pengunaan uang kertas sebagai alat pembayaran. Ia pun sosok antiriba yang sering mengkritik sepak terjang perbankan.

Profil dari Zaim Saidi diulas  di dalam tesis mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Erwin Bachtiar, yang berjudul Konsep Ekonomi Syariah Perspektif  Zaim Saidi.

Di dalam tesis yang terbit pada tahun 2017 itu diketahui bahwa Zaim merupakan pria kelahiran Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, pada 21 November 1962.

Alumnus Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor ini menikahi seorang wanita bernama Dini Damayanti pada tahun 1994 dan dikarunai lima orang anak dari pernikahan tersebut.

Suasana Pasar Muamalah di Beiji Depok pascapendirinya ditangkap polisi, Kamis (4/2/2021)
Suasana Pasar Muamalah di Beji Depok pascapendirinya ditangkap polisi, Kamis (4/2/2021) (tribun.sumsel.com)

Pada tahun 1996, Zaim menerima Merdeka Fellowship dari pemerintah Australia. Beasiswa tersebut ia manfaatkan untuk melanjutkan studi S-2, Public Affairs di University of Sydney. Tesisnya berjudul The Politics of Economic Reform in the New Order: 1986-1996.

Pada tahun 2005-2006, Zaim belajar lebih jauh tentang muamalat dan tasawuf di Afrika Selatan.

Di saat yang sama, ia melakukan penelitian di Dallas College, Cape Town, Afrika Selatan.

Hasil studinya tersebut ditulis dalam buku Ilusi Demokrasi: Kritik dan Otokritik Islam.

Pada 1997, Zaim mendirikan Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC).

"Lembaga ini aktif melakukan riset, studi kasus, dan advokasi mempromosikan kedermawanan sosial di Indonesia," tulis Erwin dalam tesisnya.

Zaim Saidi
Zaim Saidi (kompas.tv)

Tiga tahun kemudian, Zaim mendirikan Wakala Adina, yang berubah nama menjadi Wakala Induk Nusantara sejak 2008, sebagai pusat distribusi Dinar emas dan Dirham perak di Indonesia.

Dalam akun Twitter-Nya @ZaimSaidi  menyebut  dirinya sebagai Pengamat Kebijakan Publik PIRAC, pengguna dirham & dinar, pemilik //PustakaAdina.com, penulis buku serta aktif di Baitul Mal Nusantara.

Setelah keberadaan pasar muamalah Depok disorot, Jumat (29/1/2021), Zaim Saidi sudah langsung memberikan klarifikasi.

Baca juga: Setahun Buka Toko Produk Kulit, Omzet Risdian Capai Rp 50 Juta Per Bulan, Kini Lesu Sementara

Hal ini disampaikannya dalam sejumlah cuitan yang ditulisnya di akun Twitter miliknya yang diperkirakan diposting sejak Kamis (28/1/2021).

Menurut keterangannya, tidak ada aturan atau undang-undang yang dilanggar mengenai penggunaan koin dinar dan dirham sebagai alat transaksi.

"Tentang dinar, dirham dan fulus lagi viral. Karena ketidakpahaman banyak orang. Silakan pelajari dan pahami. Tidak ada aturan atau undang-undang yang dilanggar. Makanya semua kalangan memakai. Termasuk anggota TNI maupun Polri" tulisnya.

Baca juga: Ibu Muda Cantik Ini Pemilik Kos-kosan Mewah yang Dibangun dari Uang Tabungan, Tanpa Utang

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa koin dinar dan dirham sebagai koin emas dan perak.

"Para penggeraknya secara resmi menyebut koin ini sebagai koin emas dan perak. Historisnya saja masih ada sebutan dinar dan dirham. Malah PT Antam dan Peruri yang menyebutnya sebagai dinar dan dirham,"

"Karena salahpaham, sebagian kedunguan, sebagian fitnah. Sekarang viralnya hoax" katanya. (tribunjabar.id/kompas.com)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved