Lagu-lagu Ciptaan Syamsudin Dinyanyikan Para Artis Papan Atas Indonesia, Tapi Hidup Syam Menderita

"Terakhir lagu ciptaan saya itu diminati Inul Daratisna, itu hasil kerja sama dengan Youngky RM. Lagu tersebut dihargai Rp 500 ribu

TribunJabar/Fauzi Noviandi
Syamsudin alias Syam Permana penulis dan pencipta lagu 

PENCINTA musik dangdut pasti sudah tidak asing dengan sejumlah penyanyi, seperti Imam S Arifin, Ine Sintia, Joni Iskandar, dan Mega Mustika, hingga Inul Daratista.

Misalnya Inul Daratista yang terkenal dengan lagu berjudul "Terima Kasih", Ine Sintia "Surga Jadi Neraka", Jhony Iskandar "Memori Pantai Carita" dan Imam S. Arifin "Benalu Cinta", Senin (1/2/2021).

Namun di balik kesuksesan para artis tersebut, ada seseorang yang mungkin sudah terlupakan, yaitu Syamsudin atau sering disebut Syam Permana.

Ia merupakan seseorang yang berada di balik panggung yang mengantarkan sejumlah artis danggut ternama di Indonesia menjadi terkenal berkat lagu ciptaannya.

Kini Syam Permana berusia 58 tahun dan tinggal di Kampung Babakan Jawa RT42/18 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dirumahnya. Ia tinggal bersama istrinya dan dua orang anak yang masih sekolah dibangku Sekolah Dasar dan SMP.

Syamsudin atau Syam Permana pencipta lagu-lagu dangdut yang dibawakan artis ternama
Syamsudin atau Syam Permana pencipta lagu-lagu dangdut yang dibawakan artis ternama (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Di balik megahnya kesuksesan dan keberhasilan para penyanyi dangdut yang hidup dengan segala berkecukupan. Tapi berbanding terbalik yang dialami Syam Permana yang hidup dengan segala keterbatasan.

Bahkan dimasa pandemi saat ini, kedua anaknya yang masih sekolah untuk mengikutin pembelajaran secara daring dan luring tidak memiliki smartphone, bahkan ia sempat ditolak pihak sekolah ketika akan membawa soal pelajaran untuk anaknya karena ada tunggakan.

Ia tinggal dirumah warisan mertuanya yang berukuran sekitar 80 meter persegi, dengan atap rumah yang beberapa lubang, dan dapur yang berlantaikan tanah serta toilet yang berada di luar rumahnya.

Sehari-hari untuk mencukupi biaya hidup keluarga dan membiayai kedua anaknya yang masih sekolah, diseusianya itu Syam bekerja sebagai pekerja serabutan seperti kuli bangunan, buruh tani, memungut kayu bakar untuk dijual ke pabrik tahu dengan penghasilan Rp 25 ribu sampai Rp 50 perhari, itu pun ketika ada pekerjaan.

Baca juga: Kisah Abi Abdilah Warga Sukabumi yang Tersesat di Hutan Gunung Gede Pangrango dan Berhasil Selamat

Bahkan dengan tubuh yang kurus dan rambutnya yang terlihat acak-acak tidak jarang dirinya sering mengumpulkan beberapa barang bekas yang beerada disekitar kediamannya untuk dijual ke pengepul.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved