Billy Setiadi Tekuni Bisnis Piringan Hitam Aliran Musik Jazz, Koleksinya Mencapai Ribuan Keping

"Sebagai contoh, vinyl Blue Note bisa laku di atas Rp 3 juta, terutama yang mono produksi tahun 1950-1960-an"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Billy Setiadi kolektor piringan hitam musik jazz di Pasar Barang Antik Cikapundung 

MELIHAT kondisi vinyl di kios milik Billy Setiadi di Pasar Barang Antik Cikapundung, siapa pun pecinta musik jazz, terutama kolektor piringan hitam, akan langsung jatuh cinta. Meski masih cukup banyak koleksi vinyl yang disuguhkan di kiosnya, ia mengaku koleksinya sudah sangat jauh berkurang.

"Alasannya sekarang sepi, akibat pandemi. Tidak seperti dulu, banyak orang yang datang ke sini, melihat-lihat, bahkan langsung membeli. Sekarang tidak, pasar sudah sepi, entah sampai kapan," katanya.

Koleksi piringan hitam aliran musik jazz Billy Setiadi
Koleksi piringan hitam aliran musik jazz Billy Setiadi (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Karena sepi pembeli, sebagian besar vinyl koleksi Billy disimpan di rumah lengkap bersama turntable (alat pemutan piringan hitam/vinyl) dan audio sistem pendukungnya. Hal ini untuk mengantisipasi barang-barang menjadi rusak.  

"Sayang kalau barangnya semua saya taruh di sini, takut rusak. Makanya sebagian besar saya simpan saja di rumah. Paling kalau ada yang pesan atau mencari judul vinyl yang tidak ada di kios ini, baru nanti saya bawa," katanya. (tribunjabar/kemal setia permana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
214 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved