Billy Setiadi Tekuni Bisnis Piringan Hitam Aliran Musik Jazz, Koleksinya Mencapai Ribuan Keping

"Sebagai contoh, vinyl Blue Note bisa laku di atas Rp 3 juta, terutama yang mono produksi tahun 1950-1960-an"

Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Billy Setiadi kolektor piringan hitam musik jazz di Pasar Barang Antik Cikapundung 

MUSIK Jazz biasanya identik dengan pangsa pasar kelas atas yang memiliki segmen terbatas dan jarang bisa dinikmati pecinta musik jenis lain.

Pendapat seperti ini memang ada benarnya, namun tidak seluruhnya karena pada dasarnya musik jazz bisa dicerna siapa pun.

Karena paradigma yang terakhir ini pula, Billy  Setiadi selalu optimistis penggemar kaset jazz, khususnya piringan hitam, tidak melulu harus fanatik pada musik jazz.Ia merasa selalu ada nilai-nilai yang jauh lebih dari sekadar musik jazz itu sendiri.

Billy Setiadi kolektor piringan hitam di kiosnya Pasar Barang Antik Cikapundung
Billy Setiadi kolektor piringan hitam di kiosnya Pasar Barang Antik Cikapundung (TribunJabar/Kemal S P)

Billy adalah penjual kaset piringan hitam (vinyl) yang khusus menjual vinyl musik bergenre jazz. Kios Billy di Pasar Barang Antik Cikapundung Lt 3 Fc 18 menjadi saksi loyalitasnya menjual khusus piringan-piringan hitam musik jazz.

Billy mengaku sudah delapan tahun anteng dalam bisnis jual-beli vinyl musik-musik jazz. Semua itu berawal dari ketaksengajaan.

"Delapan tahun silam memang awal saya terjun ke dunia ini (bisnis vinyl jazz) , namun di pasar ini saya sudah kurang lebih lima tahunan, itu pun awalnya tanpa sengaja," ujar Billy ketika ditemui di kiosnya yang bernama Bill on vinyl and Audio, Jumat (29/1).

Semula, Billy adalah kolektor murni piringan hitam jazz dari berbagai tahun cetakan, aliran jazz, band, solois, dan negara. Jika dijumlahkan, koleksi vinyl jazz di rumah Billy mencapai kurang lebih tujuh ribu keping.

Kolektor piringan hitam mencari piringan hitam jazz di kios Billy Setiadi di Pasar Barang Antik Cikapundung, Bandung
Kolektor piringan hitam mencari piringan hitam jazz di kios Billy Setiadi di Pasar Barang Antik Cikapundung, Bandung (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

"Karena banyaknya koleksi saya ini, banyak teman merekomendasikan saya untuk jualan di pasar ini. Dari situ saya mulai iseng mencoba dan akhirnya sampai seperti sekarang ini (jadi penjual vinyl jazz)," ujarnya.

Menurut Billy, menjual vinyl musik jazz, tidak bisa secara sembarangan. Memang, ucapnya, bisa saja orang menjual piringan hitam seadanya sepanjang disukai dan tak dipermasalahkan pembeli.

Khusus bagi Billy, target market-nya rata-rata adalah kolektor vinyl yang tidak biasanya harus apik dalam memilih barang sebelum membeli.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved