Selama Belajar di Rumah Syamsul Hasilkan Pundi-pundi Rupiah dari Membuat Miniatur Truk

"Selama sekolah hanya di rumah, dari YouTube saya coba belajar bikin mobil-mobilan truk dari bahan seadanya"

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. 

DI masa pandemi banyak siswa sekolah yang belajar dan beraktivitas di rumah, tidak sedikit siswa yang merasa jenuh dengan aktifitas tersebut.

Berbeda dengan yang dilakukan Syamsul Rahman siswa yang duduk di bangku SMA, warga kampung Bojong Gedang RT 02/RW 03 Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Syamsul mengisi kejenuhan di saat pandemi dengan  dengan kreatifitas yang menghasilkan nilai ekomoni yang lumayan.

Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

Bermodal kepiawaiannya dalam membuat miniatur mobil, ia aplikasikan keahliannya tersebut untuk menambah uang jajan.

Syamsul mengaku awalnya hanya iseng-iseng membuat miniatur berupa truk dengan belajar membuatnya via Youtube.

"Selama sekolah hanya di rumah, dari YouTube saya coba belajar bikin mobil-mobilan truk dari bahan seadanya, triplek dan bahan bekas," katanya saat diwawancarai Tribun Jabar di kediamannya, Kamis (28/1/2021).

Karya pertamanya itu ia coba pasarkan ke tetangga dan anak-anak di kampungnya, tidak disangka laku keras.

Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

"Pertama ditawarkan ke tetangga dan saudara dan banyak yang beli," ujarnya.

Saat mengetahui karyanya laku, Syamsul mencoba serius membuat miniatur truk tersebut, awalnya dari bahan seadanya, kini ia membeli bahan yang berkualitas dengan campuran bahan rongsokan untuk aksesoris.

"Triplek yang penting harus bagus biar kuat, bahan-bahan lain seperti ban dan detail-detail biasa saya dapatkan dari tukang rongsok, misalnya persneling saya pasang dari remot control bekas jadi keliatan kayak beneran" jelasnya.

Harga yang dia jual variatif bagaimana tingkat kerumitan dan detailnya dari mulai harga 100 ribu hingga 300 ribu rupiah. 

Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Syamsul Rahman membuat miniatur truk di kediamannya, Bojong Gedang, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

"Semakin detail menyerupai truk asli ya semakin mahal, waktu pengerjaan pun lumayan lama bisa berhari-hari," ucapnya.

Saat ini tidak hanya warga sekitar yang membeli mobil buatan Syamsul, setelah ia pasarkan secara online pembeli dari berbagai daerah mulai melirik karyanya.

"Ada keluar daerah, Sukabumi, Bogor dan ke Jawa (Jawa Tengah), Abeh (Ayah) kan supir truk, jadi teman-temannya banyak yang pesan," ucapnya.

Di samping belajar dari Youtube, Syamsul mengatakan mentor membuat miniatur truk adalah ayahnya sendiri yang berprofesi sebagai supir.

Baca juga: Maman Rustaman Bikin Miniatur Truk dan Bus dari Kayu yang Mirip Aslinya, Produknya Laris

"Abeh (ayah) yang mengajari saya cara membuat detail-detail biar keliatan mirip aslinya," ungkapnya.

Meskipun kreatifitasnya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, tetap saja tidak bisa menggantikan kerinduannya pada sekolah, ia berharap pandemi ini cepat berlalu.

"ya kangen sih, kangen sekolah, kangen teman-teman, semoga semuanya cepat berlalu dan kembali ke sekolah" ujarnya. (tribunjabar/sidqi al ghifari)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved