Resmi Menjadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Dekat dengan Jokowi Sejak di Solo

Ketika Jokowi menjadi Presiden. Sigit menjadi ajudan Jokowi pada 2014.

Tribunnews
Juliati Sapta Dewi Magdalena atau akrab disapa Diana Listyo, Istri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

PRESIDEN Joko Widodo melantik Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Polri (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Sigit, demikian sapaan akrabnya, resmi menjadi jenderal polisi berbintang empat.

Pria kelahiran Ambon Maluku, 5 Mei 1969 ini  adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Prabowo (Tribunnews)

Kedekatannya dengan Jokowi dimulai saat menjabat Kapolres Solo pada 2011 bersamaan dengan Jokowi yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Ketika Jokowi menjadi Presiden. Sigit menjadi ajudan Jokowi pada 2014.

Sigit kemudian menjabat Kapolda Banten selama tahun 2016-2018 dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri pada 2018-2019.

Jabatan terakhir Sigit sebelum menjadi Kapolri adalah Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim)

Sigit  mulai menjabat sebagai Kabareskrim pada 6 Desember 2019 menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis yang ditunjuk menjadi Kapolri.

Tercatat ada sejumlah kasus besar yang ditangani Sigit saat menjabat Kabareskrim.

Listyo Sigit Prabowo saat menjabat Kabareskrim
Listyo Sigit Prabowo saat menjabat Kabareskrim (Tribunnews)

Salah satunya adalah ketika ia dan timnya menangkap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, yang sebelumnya buron selama 11 tahun.

Selain itu, Bareskrim juga menangani dua kasus yang menyangkut pelarian Djoko Tjandra tersebut. Pertama, kasus surat jalan palsu yang digunakan dalam pelarian Djoko Tjandra.

Kedua, kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Djoko Tjandra. Dua jenderal polisi pun ikut dijadikan tersangka yaitu mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo.

Nama Sigit sebelumnya sempat disebut oleh Irjen Napoleon saat sidang kasus red notice di Pengadilan Tipikor Jakarta, November 2020.

Diana Sulistyo
Diana Sulistyo (Tribunnews)

Menurut Napoleon, ada terdakwa lain bernama Tommy Sumardi yang mengaku sudah mengantongi restu Kabareskrim sebelum menemui dirinya.

Sigit pun angkat bicara. Ia menepis tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah memberi restu.

“Dengan TS (Tommy Sumardi) saya kenal, tapi tidak pernah bicara masalah tersebut (Djoko Tjandra), kalau pernah pasti saya akan ragu saat memproses kasus tersebut,” ujar Sigit

Tommy Sumardi telah divonis bersalah sebagai perantara suap Djoko Tjandra kepada dua jenderal polisi. Ia divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hal lain yang menyedot perhatian publik adalah ketika tim teknis yang dibawahkan Sigit menangkap dua penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, pada Desember 2019.

Dua pelaku yang merupakan anggota Polri, yakni Rahmat Kadir kemudian divonis 2 tahun penjara dan Ronny Bugis dihukum 1 tahun 6 bulan penjara. Akan tetapi, masih banyak ketidakpuasan atas penanganan kasus yang terkatung-katung sejak 2017 itu. Salah satunya terkait vonis kedua pelaku yang dianggap rendah.

Sigit menjadi Kapolri menggantikan Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2021.

Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Prabowo (Tribunnews)
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved