LFP Merawat Habitat Kukang di Cisurupan, Warga Diedukasi untuk Menyayangi dan Melindungi Kukang

"Kukang adalah spesies yang unik dan terancam punah tapi tidak banyak orang yang konsen ke kukang"

istimewa
Kukang Jawa di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. 

LITTLE Fireface Project (LFP) yang dipimpin oleh Profesor Anna Nekaris sudah satu dekade berada di Indonesia.

Proyek LFP memiliki tujuan untuk mempelajari semua jenis kukang, termasuk kukang jawa (Nycticebus javanicus) yang terancam punah melalui penelitian, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Lokasi penelitian kukang itu salah satunya berada di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.

Uoaya menyelamatkan kukang jawa di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut oleh LPF
Uoaya menyelamatkan kukang jawa di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut oleh LPF (istimewa)

Kordinator LFP di Cipaganti, Katey Hedger (27), mengatakan, Kukang adalah spesies  unik dan berbeda dengan primata lain.

"Kukang adalah spesies yang unik dan terancam punah tapi tidak banyak orang yang konsen ke kukang," Kata Katey saat diwawancarai Tribunjabar.id, Kamis (21/1/2021).

Katey mengatakan Kukang yang ia teliti berada di kawasan pertanian masyarakat. Ia dan tim melakukan observasi detail setiap hari.

"Seperti setiap langkah kukang, pegangan tangan, pergerakannya, perpindahan dari pohon ke pohon lain, semua dengan detail dicatat untuk diteliti," ucap perempuan kelahiran Inggris tersebut.

Kukang Jawa di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
Kukang Jawa di Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. (istimewa)

Tidak hanya meneliti saja, LFP membantu desa setempat untuk membuat peraturan desa (Perdes) tentang perlindungan Kukang dan larangan berburu.

Katey menyebutkan dari hasil riset itu mereka bisa tahu banyak tentang perilaku Kukang di alam, sehingga pengetahuan tersebut bisa diberikan kepada pengelola satwa seperti kebun binatang.

"Akibat dari riset ini kami bisa tahu bagaimana perilaku Kukang di lapangan, dari hasil itu kita bisa kasih data ke kebun binatang, agar mereka tahu cara mengurus Kukang biar mereka tidak merana hidup disana," katanya.

Baca juga: Bisnis Batu Akik Masih Menjanjikan, Iwan Ridwan Rutin Jual Bongkahan Batu Akik Garut ke Mancanegara

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved