Berhenti Jadi Karyawan di Perusahaan Swasta, Nendi Suhendar Sukses dalam Bisnis Budi Daya Ikan Koi

Berkat budi daya ikan koin yang sudah berjalantiga tahun itu, ia bisa meraih untung Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Nendi Sunandar (depan), saat memilih-milih dan memisahkan ikan koi untuk dikirim ke luar kota. 

BERAWAL dari hobi, lalu coba-coba, hingga akhirnya mendapatkan keuntungan besar.

Hal itu dilakukan Nendi Sunandar (30), warga Kampung Padurenan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Nendi lebih memilih menjadi pembudidaya ikan koi dan meninggalkan pekerjaan di sebuah perusahaan swasta di Sukabumi, Jumat (22/1/2021).

Pria lulusan SI Teknik Informatika di sebuah universitas di Sukabumi itu sempat terdaftar sebagai karyawan di tiga perusahan besar yang ada di Sukabumi.

Nendi Sunandar (30) saat memisahkan ikan koi di Kampung Padurenan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi,untuk dikirim ke luar kota
Nendi Sunandar (30) saat memisahkan ikan koi di Kampung Padurenan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi,untuk dikirim ke luar kota (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Namun karena memiliki kesukaan dan hobi terhap ikan koi akhirnya pria berambut ikal itu memutuskan untuk mendalami pembudiayaan ikan koi.

Ia melakukan pembudidayaan bersama sang kakak kandung.

Berbekal pengetahuan  dari pembudidaya yang ia kenal, serta membaca dan melihat video dari berbagai platfrom media sosial, bapak  satu anak itu mulai melakukan beberapa tahap pembudidayaan ikan koi pada 2017.

Baca juga: Imas, Berjualan Ikan Hias Sejak 30 Tahun Lalu, Raih Untung Rp 1 Juta Seminggu

Saat itu ia hanya mempunyai beberapa ekor ikan koi saja. Ia pun anya punya modal sekitar Rp 250 ribu.

"Awal hobi dengan ikan koi pada 2010, karena sambil kerja juga. Lebih fokus lagi untuk mengeluti ikan koi di 2017," kata pria yang sempat menjadi  panitia pengawas pemilu tingkat kecamtan (panwascam).

Pria kelahiran Sukabumi 1990 tersebut mendalami pembudidayaan ikan koi selama satu tahun lebih, di atas lahan seluas 800 meter persegi.

Ikan koi
Ikan koi (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

"Perlu waktu yang sangat lama dalam membudidayakan ikan koi ini. Karena pertama harus mengetahui terlebh dulu bibit yang unggul, dan mencarikan pasangan untuk indukan ikan koi, supaya nantinya dapat dihasilkan ikan yang berkualitas," ucap pria yang ramah itu.

Saat pertama kali membudidayakan ikan koi, Nendi  mengambil indukan koi jenis kohaku dan sangke sebanyak sembilan ekor.

Setelah selama satu tahun, dari satu ekor ikan koi itu, dapat mengeluarkan benur atau anakan koi hingga ribuan ekor.

"Jenis kohaku dan sangke ini dipilih karena lebih mudah untuk dibudidayakan, lalu cocok dengan suhu serta kualitas air yang ada di sini," ucapnya

Dari ribuan ekor benur ikan koi tersebut ia harus kembali memilih, anakan koi yang layak untuk dijual ke pasaran. Dari ribuan ekor itu yang dapat bisa dijadikan koi bernilai lebih hanya menyisakan sekiar 700 ekor.

Baca juga: H Syarifudin Datangkan Indukan Ikan Koi Kohaku yang di Jepang Laku Rp 27 miliar ke Cianjur

"Dari 700 ekor tersebut kemudian dipilah lagi, dan dibedakan mana ikan yang bergrade A, B, C hingga kwalitas super. Setelah berukuran 15 sentimer, ikan koi terebut kembali dipilih lagi untuk menentukan grade A," kata pria berkulit sawo matang itu.

Ikan koi hasil budinyanya tersebut, untuk ikan koi yang bergrade B dan C berukuran 15 sentimer dijual Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan koi bergrade A ukuran yang sama ia jual di kisaran Rp 60 ribu sampai yang paling mahal Rp 600 ribu per ekor.

"Ikan koi ini dijual kes ejumlah pengepul di sekitar Sukabumi, dan untuk ke Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Cianjur, hingga Blitar, Jawa Timur. Pesanan keluar pulau sudah ada namun saya belum siap  pengemasannya telebih harga ongkos kirimnya pun sangat mahal," ujarnya.

Nendi Sunandar di Kampung Padurenan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Nendi Sunandar di Kampung Padurenan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Ikan koi yang sudah ia jual ke beberapa penghobi di Jawa Barat sudah beberapa kali menjuarai kontes ikan koi.

Berkat budi daya ikan koin yang sudah berjalantiga tahun itu, ia bisa meraih untung Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per bulan.

Nendi pun tengah membangun beberapa kolam, khusus untuk diperlombakan.

Nendi juga mengaku belum merasa puas dalam bisnis koi ini, ia tengah mempersiapkan sejumlah rencana, di antaranya akan mengadakan indukan ikan koi impor dan mengikuti beberapa kontes ikan koi di pertengahan 2021. (tribunjabar/fauzi noviandi)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved