Badan Usaha Milik Desa Ini Memperoleh Laba Bersih Rp 550 Juta di Tengah Pandemi Covid-19

"Untung ini kami alokasikan untuk penambahan modal dana kelembagaan dan 30 persennya ke pendapatan asli desa".

Tribun Jabar/Nandri Prilatama
Laporan Akhir Tahun BUMDes Bersama (BUMDesma) Dulur Rahayu disampaikan DIrektur Utama BUMDesma, Hasan Sidik, di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta. 

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa membawa tatanan perekonomian di wilayah perdesaan menjadi lebih baik.

Badan usaha ini dapat memberikan dampak pula pada peningkatan potensi antardesa. Implementasi ini dilakukan jajaran BUMDes Bersama (BUMDesma) Dulur Rahayu yang ada di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta.

BUMDesma ini dipimpin Hasan Sidik sebagai Direktur Utama dengan memiliki tiga jenis kegiatan usaha, seperti kegiatan usaha simpan pinjam permodalan bagi ibu-ibu produktif, distributor sembako, dan kios tani.

Laporan Akhir Tahub BUMDes Bersama (BUMDesma) Dulur Rahayu di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta.
Laporan Akhir Tahub BUMDes Bersama (BUMDesma) Dulur Rahayu di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta. (Tribun Jabar/Nandri Prilatama)

Dalam musyawarah antardesa (MAD) laporan akhir tahun 2020 pada Selasa (19/1/2021), BUMDesma yang berlokasi di Jalan Raya Kiarapedes KM 28 Kampung Ciloji, Desa/Kecamatan Kiarapedes, dapat memperoleh laba bersih mencapai Rp 550 juta.

Di tengah pandemi, BUMDesma ini justru alami keuntungan usaha sekitar Rp 150 juta dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 400 juta.

Baca juga: Haji Aming Jadi Ketua DPD PAN Purwakarta, Wakil Bupati Itu Targetkan Satu Kursi Setiap Dapil

"Untung ini kami alokasikan untuk penambahan modal dana kelembagaan dan 30 persennya ke pendapatan asli desa (PADes)," ujarnya.

Nilai keuntungan yang dibagikan, kata Hasan, Rp 153 juta dibagikan dengan mentransfer ke 10 rekening desa di Kecamatan Kiarapedes.

Musyawarah antardesa yang dilakukan ini, kata Hasan, sebagai laporan kegiatan usaha lembaga setiap tahunnya, seperti simpan pinjam modal bagi ibu-ibu di desa yang produktif dengan uang yang digulirkan hingga Rp 2,4 miliar.

"Sekarang sudah ada 1.200 nasabah peminjam dengan 64 kelompok yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Kiarapedes. Minimal per orang mulai Rp 3  juta sampai Rp 10 juta. Tujuannya meningkatkan taraf ekonomi warga dan berantas bank emok," ujarnya.

Selanjutnya, kata Hasan, kegiatan lainnya ialah distributor sembako yang concern pada penyediaan kebutuhan warga, seperti minyak goreng, beras, dan lainnya sebagai bentuk pemasok kebutuhan warung-warung di pedesaan.

Terakhir, ialah kegiatan usaha kios tani yang menyediakan pupuk, obat hama, benih padi hingga sarana produksi pertanian.

Kabid Pemberdayaan Desa pada DPMD Kabupaten Purwakarta, Asep Suparman mengatakan, Bumdesma Kiarapedes akan dijadikan pilot project atau percontohan Bumdesma di Kabupaten Purwakarta

Sekjen Apdesi Jabar, Anwar Sadat melihat prospek usaha yang dibagun Bumdesma Dulur Rahayu sangatlah bagus dan telah terkelola secara kredibel dan akuntabel.

Anwar pun mengajak kepada seluruh Kades se-Kecamatan Kiarapedes untuk melakukan penyertaan modal tahap satu pada tahun 2021 ini. (tribunjabar/nandri prilatama)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved