Dede Kusnandar Semangat Membangkitkan Kejayaan Rempah-rempah Indonesia

"Seperti tanaman tempuyung bahkan jarang pembudidayanya, nyaris tidak ada,"

Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Dede Kusnandar, Direktur Refa Rempah Mulia 

DEDE Kusnandar (35) memiliki cita-cita tinggi untuk mengembalikan Indonesia menjadi raja rempah-rempah dunia.

Tekadnya yang kuat terus ia lakukan dengan perjuangannya di dunia usaha rempah-rempah melalui usaha kecil dan menengah (UKM) Refa Rempah Mulia.

Ia menjabat sebagai direktur di pabrik olahan rempah-rempah yang berlokasi di Desa Kedaung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.

Dede Kusnandar, Direktur Refa Rempah Mulia
Dede Kusnandar, Direktur Refa Rempah Mulia (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Di Tahun 2016, lulusan sarjana Teknik Industri itu memutuskan untuk berhenti bekerja dari perusahaan otomotif di Karawang. Keputusannya berhenti, karena ketertarikannya untuk usaha rempah-rempah. 

"Saat itu saya ditawari kerja sama dengan teman saya untuk menyuplai rempah-rempah ke salah satu pabrik bumbu. Saya akui memang tidak mudah, saya mengalami kerugian yang sangat besar karena kualitas rempah-rempah tidak masuk ke standar perusahaan," kata Dede kepada Tribun Jabar, Minggu, (17/1/2020).

Selang dua tahun, tepatnya di Tahun 2018, Dede mendirikan perusahaan sendiri dengan nama Refa Rempah Mulia.

Dari sana mulainya ia memiliki tujuan mulia selain berbisnis yakni memperjuangkan Indonesia memiliki kejayaan dalam rempah-rempah.

Banyak perusahaan bumbu atau olahan makanan di Indonesia saat ini lebih memilih menggunakan rempah-rempah impor dibandingkan hasil panen petani lokal. Hal itu akibat murahnya rempah-rempah impor.

"Produksi kita juga cukup banyak. Hanya saja bagaimana membentu mereka dan UKM seperti kami ini untuk masuk ke perusahaan makanan dan minuman yang membutuhkan rempah-rempah. Salah satunya adalah mengehentikan impor," kata Dede.

Perusahaanya sebagai penyedia barang jadi rempah-rempah untuk pabrik. Dede bekerjasama dengan sejumlah petani di Jawa Barat untuk menanam rempah-rempah. Hasil panennya kemudian ia buat bahan setengah jadi menjadi powder (bubuk) dan simplisia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved