Unpad Ciptakan CePAD Alat Rapid Test Antigen dengan Akurasi Melebihi Rekomendasi WHO

kalau melihat akurasinya mencapai 91,5 persen dan sensitivitasnya 82 persen. Lebih tinggi dari pada yang direkomendasikan WHO

zoom-inlihat foto Unpad Ciptakan CePAD Alat Rapid Test Antigen dengan Akurasi Melebihi Rekomendasi WHO
istimewa
alat rapid test antigen buatan Unpad

KEBUTUHAN pemeriksaan alat rapid test antigen untuk melakukan mendeteksi paparan covid-19 di Indonesia, selama ini masih diimpor dari luar negeri. Kondisi tersebut berdampak selain membuat terbatasnya ketersediaan alat, namun juga harga jual yang cukup memberatkan masyarakat.

Persoalan ini lah yang coba ditangkap dan diubah menjadi sebuah peluang oleh Universitas Padjajaran (Unpad) sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia, yang mampu menciptakan sebuah produk rapid test antigen lokal bernama CePAD, dengan tingkat akurasi 91,5 persen.

harganya pun lebih terjangkau dibandingkan produk serupa yang kini beredar di pasaran.

alat rapid tes antigen bbuatan Unpad
alat rapid tes antigen bbuatan Unpad (istimewa)

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad, Diana Sari, mengatakan, alat rapid antigen saat ini sudah direkomendasikan World Health Organization (WHO). Di Indonesia sendiri, baru produk CePAD dari Unpad yang merupakan alat rapid test buat anak bangsa.

"Sejauh ini belum ada di Indonesia yang memproduksi ini kecuali Unpad. Dan kalau melihat akurasinya mencapai 91,5 persen dan sensitivitasnya 82 persen. Lebih tinggi dari pada yang direkomendasikan WHO, yaitu 80 persen," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Senin (11/1/2021).

Menurut Diana, CePAD saat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinis Indonesia dan sudah mendapat izin edar sejak 4 November 2020. 

Untuk harga satuan yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. 120 ribu per unit. Meski demikian, lanjutnya, harga tersebut bukan menjadi yang termurah untuk produk sejenis, namun seiring masif dan meningkatnya produksi yang dilakukan, maka harganya akan lebih murah.

“Seumpama kita produksi satu juta, maka produk ini akan bisa bersaing dengan produk tes antigen dari importir dan harganya pun bisa lebih murah,” ucapnya.

Baca juga: Ridho dan Rido Bikin Produk Fesyen Bandung Berkibar di Eropa dan Kanada, Tak Terpengaruh Covid-19

Diana menuturkan, upaya distribusi CePAD, saat ini telah dilakukan pihaknya, bahkan,  sejumlah institusi seperti Pemprov Jabar, Kemenristekdikti dan beberapa perusahaan di tingkat nasional, saat itu sudah mulai memesannya. 

"Terlebih, tim Unpad kini telah mampu memproduksi CePAD secara masif hingga 500 ribu buah per bulan, angka ini terus meningkat mengikuti permintaan pasar," ujar Diana.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved