Anak Pasangan Buruh Tani di Indramayu Ini Raih Beasiswa Kuliah di Cina, Kisahnya Memotivasi

"Setelah lulus dari Unnes itu saya direkomendasikan oleh dosen untuk melanjutkan studi ke Cina"

istimewa
Siti Soleha (26), anak dari pasangan buruh tani asal Desa Plumbon, Kecamatan/Kabupaten Indramayu yang mampu kuliah S2 di Northeast Normal University China. 

SETIAP orang pasti memiliki cita-cita yang untuk mencapainya tentu harus dengan kerja keras.

Kerja keras yang dilakukan, tentu tidak akan mengkhianati hasil jika dibarengi niat dan kemauan yang kuat.

Hal tersebut dibuktikan oleh Siti Soleha (26), anak dari pasangan buruh tani asal Desa Plumbon, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Berkat mimpinya untuk terus belajar hingga jenjang tertinggi, kini ia berhasil mendapat beasiswa keluar negeri.

Siti Soleha (26), anak dari pasangan buruh tani asal Desa Plumbon, Kecamatan/Kabupaten Indramayu yang kuliah S2 di Northeast Normal University China.
Siti Soleha (26), anak dari pasangan buruh tani asal Desa Plumbon, Kecamatan/Kabupaten Indramayu yang kuliah S2 di Northeast Normal University China. (istimewa)

Sekarang wanita kelahiran 21 Juli 1994 itu tercatat sebagai salah satu mahasiswi pascasarjana jurusan Bahasa Mandarin di Northeast Normal University China.

Siti Soleha mengisahkan, keinginannya kuliah saat lulus dari SMK Negeri 1 Indramayu dahulu sempat membuatnya putus asa.

Terlebih kondisi keuangan keluarga membuat kedua orang tuanya menginginkan agar Siti Soleha untuk bekerja saja.

"Orang tuaku buruh tani, jadi memang gak mampu gitu kan, dulu aja pas mau lanjut S1 katanya buat apa, orang tua nyuruh kerja saja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin (11/1/2021).

Kendati demikian, ia tidak putus asa dan mencoba peruntungan dengan melamar beasiswa lewat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ke UPI dan Unpad Bandung untuk jurusan akuntansi sebagaimana jurusannya saat di bangku SMK dahulu.

Namun, usahanya belum membuahkan hasil, ia tidak lolos. Siti Soleha pun saat itu menuruti keinginan orang tua untuk bekerja.

Setelah 1 tahun bekerja, mimpinya melanjutkan pendidikan tidak memudar. Rekan sebayanya yang mayoritas meneruskan kuliah, memotivasi Siti Soleha untuk melakukan hal yang sama.

Ia pun mencoba peruntungan dengan mendaftar beasiswa melalui jalur bidik misi. 

Kali ini, ia mencoba mendaftar ke Universitas Diponogoro (Undip) untuk jurusan statistika dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) jurusan Bahasa Mandarin.

Saat itu, usahanya akhirnya berhasil, ia diterima di Unnes dari sebuah ketidaksengajaan.

Saat kuliah pun, diceritakan Siti Soleha, ia tak ingin membebani kedua orang tuanya. 

Sejak menginjak semester 7, Siti Soleha memilih untuk tidak bergantung lagi kepada orang tua, ia lalu mencari uang dengan mengajar les Bahasa Mandarin.

Berkat hal itu, kemampuannya berbahasa Mandarin semakin lancar hingga akhirnya lulus pada tahun 2017.

"Setelah lulus dari Unnes itu saya direkomendasikan oleh dosen untuk melanjutkan studi ke Cina," ujarnya.

Pada tahun yang sama, ia berhasil mendapat beasiswa Confucius Institute dari pemerintah Cina berkat keinginannya yang kuat tersebut.

Di sana, ia mengikuti studi lanjut program bahasa di Sichuan Normal University China selama setahun.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved