Atlet Muda Tarung Derajat Berprestasi yang Tergerak Jadi Relawan Palang Merah

"Pertama jadi atlet tarung kelas 52 sampai 55 kilogram, itu mewakili Kota Cimahi di Wali Kota Bandung Cup, Jawa Barat".

TribunJabar/Ery Chandra
Erwan Surya Arya 

RINAI gerimis mulai turun di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi, Selasa (29/12/2020), petang.

Aktivitas proses kepindahan kantor anyar tersebut menyelimuti lokasi yang terletak di kawasan Jalan Babakan atau Moh. K. Wiganda Sasmita.

Dengan terengah, Erwan Surya Arya (24) berusaha menjaga ritme napasnya saat berjumpa kali pertama dengan Tribun Jabar di pagar.

Sosok atlet muda tarung derajat itu berkenan berbagi pengalaman disela kesibukan membantu rekan-rekannya berbenah.

Erwan Surya Arya (24), relawan perhimpunan sosial kemanusiaan, juara Tarung Drajat
Erwan Surya Arya (24), relawan perhimpunan sosial kemanusiaan, juara Tarung Drajat (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Pria kelahiran Bandung itu mulai menceritakan menyukai seni gerak tarung derajat bermula ketika duduk di bangku sekolah.

"Ikutan tarung derajat itu dari kelas satu SMA, tahun 2011," ujar Erwan saat diwawancara Tribun, di Kota Cimahi, Selasa (29/12/2020).

Meski sempat tertatih, ia lantas bertransformasi menjadi atlet dengan upaya serius latihan secara terus menerus. Tarung derajat kemudian tak hanya menghadiahinya medali kemenangan pada ragam kejuaraan.

Antara lain, torehan prestasi diraihnya: 5 besar tim terbaik seni gerak kategori demonstrasi se-Jawa Barat pada 2017, juara 2 Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional XV Makasar, seni gerak kategori gerak tarung campuran (2017), dan juara 3 Pekan Olahraga Daerah XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor. Kategori gerak bertahan menyerang putra (2018).

Namun, sekaligus jadi bahan bakarnya untuk membantu sesama. Yakni, pilihan bergabung menjadi relawan perhimpunan sosial kemanusiaan.

"Pertama jadi atlet tarung kelas 52 sampai 55 kilogram, itu mewakili Kota Cimahi di Wali Kota Bandung Cup, Jawa Barat. Tidak lolos saat penyisihan," kata alumnus SMA Negeri 5 Cimahi ini.

Sarjana Ekonomi 2020 dari Universitas Jenderal Achmad Yani itu menyampaikan beberapa bulan seusai pelantikan menjadi anggota korps sukarela PMI Kota Cimahi pada 17 Juni 2017 lalu. Dia dipercaya oleh sang pelatih.

"Saya dipanggil oleh pelatih untuk mengikuti seleksi kejuaran pekan olahraga mahasiswa nasional ke 15 di Makasar, Sulawesi Selatan," ujarnya.

Saat itu, Erwan menempati dua nomor. Yakni, gerak tarung putra dan gerak tarung campuran. Lantas, berbuah medali perak pada kelas gerak tarung campuran.

Berselang hanya beberapa bulan, istirahat sejenak. Lantas, pada bulan Januari 2018 mengikuti pemusatan latihan untuk babak kualifikasi pekan olahraga daerah (Porda) ke-13 di Kabupaten Bogor.

"Berlatih kurang lebih selama sembilan bulan. Di situ masuk empat besar tim yang lolos ke Porda," katanya.

Setelah dua bulan kemudian, anak pertama dari tiga bersaudara tersebut melanjutkan cerita pada awal 2019 kembali mengikuti pemusatan latihan untuk Porda serupa sembilan bulan.

"Menempati nomor gerak tarung putra. Mendapati medali perunggu juara tiga," ujarnya.

Tarung derajat, bagi Erwan selain merupakan seni bela diri unik. Berasal dari Nusantara. Belum banyak orang yang mendalami olahraga tersebut. Sehingga alasannya terus menekuni.

"Memilih tarung derajat karena berbeda. Baru beberapa di Indonesia, belum semuanya ada. Mulai dari 2011 sampai sekarang 2020 masih aktif di tarung derajat," katanya.

Ditengah pandemi kini, keinginannya adalah lekas berakhir. Sehingga, latihan tatap muka bisa kembali normal.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved