Sunaryo Membuka Museum, Tapi dengan Semangat Antimuseum

"Tahun 1995, cita-citanya terwujud, Sunaryo membuka museum yang Ia namakan dari namanya sendiri"

TribunJabar/Fasko Dehotman
Sunaryo 

SUNARYO merupakan seniman kontemporer patung asal Bandung. Pria itu lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 15 Mei 1943.

Ia akif berpameran di luar negeri maupun di dalam negeri sejak 1970 sampai sekarang.

Sunaryo berkuliah di Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1962 dan tamat 1969. Ia juga pernah belajar patung marmer di Marble Technology, Carrara, Italia.

Hasil karya Sunaryo di Selasar Sunaryo Art Space
Hasil karya Sunaryo di Selasar Sunaryo Art Space (TribunJabar/Fasko Dehotman)

Selama berkarirr, Sunaryo Banyak menerima berbagai penghargaan seni dan karya-karyanya tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Ia juga ikut serta dalam merencanakan estetik elemen untuk paviliun Indonesia dalam Expo’85 di Tsakuba, Jepang (1985). Bahkan, Sunaryo pernah menjadi koordinator estetik elemen untuk paviliun Indonesia pada Expo’86 di Vancouver, Kanada (1986).

Sebagai seniman, Sunaryo selalu ingin menghadirkan sesuatu yang baru didalam dirinya. Sesuatu yang baru itu bisa dikondisikan lewat situs dimana Ia berada.

Baca juga: Sunaryo

Mempunyai museum seni merupakan cita-cita Sunaryo ketika masuk di jurusan seni rupa ITB pada 1962.

Sunaryo memimpikan adanya tempat umum, di mana terjadi interaksi antar seniman dan khalayak.

Manajer Selasar Sunaryo,Yanni Amhan, menuturkan, untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, Sunaryo membeli sebidang lahan di kawasan perbukitan Bukit Pakar pada 1989.

Kemudian pada 1993, lahan itu mulai dibangun gedung museum galeri seni.

Baca juga: Selasar Sunaryo Art Space

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved