Perjuangan Ibu

Empat Ibu Muda ini Mendayung dari Subuh Hingga Menjelang Sore, Mengais Rezeki dari para Pemancing

Semangat menggoyangkan dayung ke kanan dan ke kiri seperti sudah biasa dilakukan para istri ini.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
ibu muda penjual kopi keliling di atas perahu 

SUDAH hampir dua tahun, empat orang ibu muda mengayuh dayung berjualan kopi berkeliling di atas perahu di pesisir Waduk Jangari, Cianjur. Mereka melangkahkan kaki keluar rumah pukul 05.00 WIB untuk menjadi tulang punggung keluarga membantu para suami.

Seakan berlomba dengan terbitnya mentari, empat orang ibu muda ini berpencar menuju rakit tempat dimana para pemancing menginap dan tentu membutuhkan sarapan dan segelas kopi.

Semangat menggoyangkan dayung ke kanan dan ke kiri seperti sudah biasa dilakukan para istri ini. Dengan piawai mereka lantas berteriak menawarkan kopi dan nasi bungkus kepada para pemancing.

Yayah, Ibu muda penjual kopi keliling di atas perahu di Danau Jangari, Cianjur
Yayah, Ibu muda penjual kopi keliling di atas perahu di Danau Jangari, Cianjur (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Senyum semringah pun terlihat dari wajah mereka ketika ada balasan teriakan dari pemancing yang memesan kopi atau nasi bungkus.

Empat orang ibu muda ini adalah Yayah (30), Wati (30), Lina (32), dan Eni (30). Mereka semua masih ada hubungan kekerabatan dan berasal dari Kampung Pasirpanjang RT 03/05, Desa Cikidang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Empat ibu muda ini semangat berjuang itu untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Selasa (22/12/2020) sore sekitar pukul 15.00, Yayah seorang ibu muda penjual kopi keliling di atas perahu terlihat menepi ke dermaga lalu menambatkan perahunya.

Baca juga: Kisah Kakek Nenek Viral, Abah Harun dan Bu Een, Tak Mau Pisah Sampai Disebut Romeo & Juliet

Meski terlihat lelah, Yayah memindahkan satu persatu dagangannya keluar dari perahu. Di bibir dermaga terlihat anak bungsunya menanti.

Yayah memiliki tiga anak dan dua di antaranya masih sekolah, anak pertamanya Irfan (15) SMP kelas 8, Handi (9) SD kelas 3, dan anak bungsunya Yadi Mulyadi (5).

Yayah menceritakan sudah dua tahun lebih ia memberanikan diri berjualan kopi dan nasi timbel di hamparan perairan Jangari. Hal itu ia lakukan karena kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya sekolah anaknya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved