Dalam Sehari Nenti Bisa Makan Empat Potong Silet, Sehari Tak Makan Silet Tubuhnya Lemah

"Bapak polisi juga pernah nanya, nggak sakit tah bu? Enggak sakit gak apa,"

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Nenti, pemulung asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ia gemar makan silet atau benda tajam lainnya. 

SUDAH 25 tahun lamanya, Nenti (50) pemulung asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu memakan silet.

Silet itu sudah seperti suplemen baginya. Ia pun menjadi sosok pemakan silet

Jika sehari tidak makan silet, badan Nenti akan merasa lemas dan tidak kuat bekerja.

"Biar kuat jalan jalannya pas kerja (memulung)," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, pekan lalu.

Nenti mengaku, kebiasaan aneh itu berawal saat ia masih aktif bekerja sebagai seniman kuda lumping.

Nenti, pemulung asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ia gemar makan silet atau benda tajam lainnya.
Nenti, pemulung asal Cirebon yang tinggal di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Ia gemar makan silet atau benda tajam lainnya. (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Saat itu, ia disusuki ilmu kebal oleh pemilik paguyuban seniman tempat dia bekerja agar bisa memakan benda-benda tajam.

Ilmu itu masih tertanam di dalam dirinya hingga saat ini.

"Sampean ikut genjring, harus makan ini makan itu, makan silet, makan beling," ujarnya menirukan percakapan dengan pemilik seniman kuda lumping dahulu.

Nenti juga mengaku tidak mempermasalahkan kebiasaan aneh tersebut.

Pasalnya, dengan memakan silet, membuatnya kuat bekerja memulung rongsokan keliling desa seharian tanpa merasa lelah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved