Perjuangan Guru

Setiap Pekan Dodo Berjalan Kaki ke Kampung Terpencil Mendatangi Muridnya yang Tak Punya Ponsel

Menurut Dodo sudah dua bulan setengah ini, ia setiap minggu mendatangi rumah Candra yang berada di kampung terpencil tersebut

Tribun Jabar/Andri M Dani
Dodo, guru kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis 

WABAH Covid-19 telah mengubah sendi-sendi kehidupan dalam sekejap. Termasuk kebiasaan belajar mengajar.

Itu dirasakan sekali oleh Dodo (53). Sudah delapan bulan ini guru kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis nyaris tidak bertemu murid-muridnya secara langsung. Menyusul dihentikannya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka sejak April lalu.

Murid-murid sudah tidak pernah lagi datang ke sekolah. Suasana di SDN 3 Darmacaang yang berada di kaki Gunung Sawal, Blok Pereng, Dusun Subang, Desa Darmacaang tersebut sudah berbulan-bulan sepi.

Dodo, guru kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis
Dodo, guru kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Tidak ada tawa ceria murid-murid yang riuh rendah. Kecuali para guru, yang masih rutin datang setiap hari sekolah.

Pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan/online) guna menghindari terjadinya penularan Covid-19. Guru dan murid berkomunikasi lewat HP. Kegiatan belajar dan mengajar juga lewat ponsel secara online.

Sebanyak 15 orang murid kelas IV menurut Dodo, masuk dalam satu kelompok belajar di ponsel. Proses belajar mengajar dilakukan secara online.

Tapi yang jadi masalah, menurut Dodo, dari 15 murid kelas IV tersebut ada dua orang murid yang tidak punya ponsel.

“Sebenarnya ada dua orang murid yang tidak punya ponsel. Yang satu bisa pinjam ke saudara, jadi masih bisa belajar kelompok secara online. Kalau Candra (10) memang paling parah. Tidak punya ponsel, tinggal jauh dari tetangga,” tutur guru Dodo.

Dodo sedang mengajar Candra Wijaya, murid kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis. Rumah Candra berada di tempat terpencil di Desa Darmacaang
Dodo sedang mengajar Candra Wijaya, murid kelas IV SDN 3 Darmacaang, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng , Kabupaten Ciamis. Rumah Candra berada di tempat terpencil di Desa Darmacaang (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Dari kondisi kehidupan kedua orang tuanya menurut Dodo, kecil kemungkinan Candra Wijaya (10) bisa punya HP untuk dapat belajar berkelompok secara online. Maklum, kedua orang tua Candra, yakni Ewon Ruswan (46) dan Yani (37) sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan.

Mereka tinggal di rumah panggung bilik di Blok Pasir Karet Dusun Subang Rt 13 RW 01 Desa Darmacaang. Mereka adalah keluarga miskim, KPM PKH.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved