Success Story

Annissa Bekerja Keras Membangun Bisnis Cokelat, Produknya Mulai Go International

"Dulu saya hanya ikut-ikutan saja, bantu jualin dagangan cokelat punya tetangga, namanya Ibu Neni,"

Istimewa
Annisa Siti Fatimah Ahmad, pebisnis cokelat 

KATA-kata bijak yang menyebutkan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil, terbukti benar. Setidaknya hal ini terjadi pada seorang Annissa Siti Fatimah Ahmad. Keuletannya merintis bisnis sejak masa sekolah menengah pertama (SMP) memberikan hasil nyata dan tak terbantahkan.

Padahal ia memulai bisnis ini tanpa sengaja dan hanya "ikut-ikutan". Namun demikian, karena ia terus memupuk keuletan, kerja kerars dan tak kenal lelah, maka ia berhasil mengembangkan bisnisnya hingga dikenal seperti sekarang.

Annisa dikenal sebagai seorang wirausahawan kuliner yang menjadi pemilik merek Cho-Cweet. Ini adalah merek cokelat yang dikenal secara luas baik secara daring maupun luring. Kesuksesannya ini ia rajut sejak masih dudukdi bangku kelas 1 SMP.

"Dulu saya hanya ikut-ikutan saja, bantu jualin dagangan cokelat punya tetangga, namanya Ibu Neni," ujar Annissa memulai kisah perjalanan suksesnya kepada Tribun di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu (14/11).

Annisa Siti Fatimah, pengusaha cokelat
Annisa Siti Fatimah, pengusaha cokelat (Istimewa)

Saat itu wanita kelahiran 1997 ini selalu ikut menjualkan dagangan kue cokelat milik Ibu Neni yang merupakan tetangganya yang lokasi rumahnya cukup jauh dari rumahnya di kawasan Cikutra, Bandung.

Kue yang didagangkannya termasuk laku, karena itu Annisa dipercaya Ibu Neni untuk membuat sendiri kue cokelat yang akan didagangkan, termasuk membikin kreasi sendiri jika diperlukan.

"Kreasi yang saya bikin sendiri itu adalah masukan dari konsumen saya yang mau kuenya ada variasi-variasi, misalnya ada tulisannya atau ada motif-motifnya, dan Bu Neni membolehkan saya berkreasi sendiri, baik sekali beliau," kata Annisa.

Namun pada suatu ketika, Bu Neni yang menjadi tempat dia memperoleh uang tambahan, harus pindah rumah sehingga Annisa pun tidak lagi bisa menjajakan kue-kue cokelat lagi. Saat itu ia sudah beranjak SMA. Sempat merasa bingung, Annisa sempat berpikir untuk membuat usaha cokelat sendiri. Mempunyai usaha cokelat memang menjadi sebuah obsesi yang ia impikan sejak lama. Namun sayang saat itu ia tidak memiliki modal untuk memulai usahanya.

Modal itu akhirnya datang ketika ia terlibat membantu sebuah proyek pemerintah di sekolahnya selama beberapa hari. Dari situ ia memperoleh upah Rp 3 juta.

"Dari uang tiga juta itulah saya memulai modal membuat usaha kreasi cokelat. Namun sebelumnya saya meminta izin terlebih dahulu kepada Ibu Neni karena saya juga nggak enak kalau dikira merebut usahanya. Alhamdulillah Bu Neni mengizinkan saya usaha kue cokelat," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved