Sejak Kecil Mahiir Ingin Melihat Seluruh Pelosok Indonesia dengan Bersepeda, Ia Sukses Mewujudkannya

"Saya tidak mencukur rambut saya selama dua tahun perjalanan. Dari pertama berangkat itu rambut pendek, biasa normal. Tidak panjang, tidak pendek"

Tribunnews
Pelepasan Muhammad Mahiir Abdullah untuk bersepeda berkeliling Indonesia di di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Pejaten, Jakarta Selatan, (12/3/2018). 

MUHAMMAD MAHIIR Abdullah (25) menuntaskan Ekspedisi Tunggal Jelajah Nusantara melintasi 34 provinsi dengan bersepeda sejauh 21.926 kilometer. Ekspedisi dengan bersepeda ini memang tak biasa. Ia melakukannya seorang diri selama 975 hari.

Bersepeda dipilihnya karena itulah alat transportasi yang dipakainya sehari-hari.

"(Sepeda) alat transportasi yang dulu ketika saya kecil saya buat main-main keliling kampung, keliling kompleks, setelah itu baru saya ingin sekali menjelajah Indonesia," kata Mahiir kepada Tribun, Selasa (10/11/2020).

Mahiir mengawali ekspedisi tunggalnya itu pada 11 Maret 2018 dan diakhiri pada Selasa, 10 November 2020, di Jakarta. Ekspedisi dengan bersepeda itu disebut Mahiir sebagai obsesi kecil.

Obsesi kecil itu lahir dari keisengan Mahiir mengukur luas negara-negara di peta dunia menggunakan jengkal tangan saat masih kelas empat SD. Dari melihat peta dunia, Mahiir menyadari betul Indonesia itu sangat luas.

Dia menyebut, ujung Aceh sampai ujung Papua di peta dunia seluas satu jengkal tangannya, sementara Singapura, Malaysia, dan Thailand, juga sama dengan satu jengkal tangannya.

Muhammad Mahiir Abdullah pesepeda keluiling Nusantara
Muhammad Mahiir Abdullah pesepeda keluiling Nusantara (Tribunnews)

"Saya iseng saja menghitung berapa jengkal peta-peta dunia. Kalau di Eropa ternyata satu jengkal itu bisa tiga sampai empat negara, bahkan lebih," kata Mahiir. Indonesia ternyata lebih luas dibanding negara-negara lain.

"Maka saya harus menjelajah seluruh Indonesia biar mengenali diri saya dulu sebelum mengenal orang lain," ujarnya.

Mahir mengungkapkan, menjelajah Indonesia juga ia lakukan karena ingin mengenal seluruh masyarakat Indonesia dengan bijak. Mahiir berpendapat, untuk sayang sama orang Maluku, dia harus pernah ke Maluku. Untuk sayang sama orang Aceh, dia harus pernah ke Aceh.

"Maka dari itu saya harus mengunjungi, mengenal lebih dekat lagi biar bijaksana. Berubah dari kata ingin menjadi sebuah impian, impian berubah menjadi cita-cita," ucap Mahiir.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved