H Eman, dari Kusir Delman Hingga Sukses Menjadi Saudagar Kuda, Sekali Jual Kuda Puluhan Juta Rupiah

“Mayoritas penjualan kuda itu berjenis kelamin laki-laki, variasi harga jual mulai dari Rp 6 juta hingga puluhan juta rupiah

Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
H Eman, warga Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan saat ditemui di kandang kuda miliknya, belum lama ini. 

H EMAN (56), warga Desa Silebu, Kecamatan Pancalangan, Kabupaten Kuningan, merupakan sosok pebisnis kuda kawakan di Kuningan.

Dalam menangani bisnis hewan tunggangan ini, mantan kusir delman itu bisa disebut saudagar kuda. Ia sudah 20 tahun menggeluti jual beli kuda.

“Sejak tahun 2000, saya fokus di usaha jual beli,” kata Eman yang sebelumnya seorang kusir delman yang biasa mangkal di kawasan Pasar Cilimus

Usaha jual beli kuda, kata Eman, selama tujuh bulan terakhir mengalami penurunan omzet akibat pandemi Covid-19.

Warga memandikan kuda di Surakatiga, Cikedung, Kabupaten Kuningan
Warga memandikan kuda di Surakatiga, Cikedung, Kabupaten Kuningan (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

“Apalagi sewktu terjadi pemeberlakukaan PSBB di setiap Kota/Kabupaten di Jawa Barat,” ungkapnya kepada Tribun beberapa waktu lalu.

Mengenai harga jual kuda, kata Eman, ini memiliki nilai jual beragam dan bergantung jenis dan sosok kuda tersebut.

“Mayoritas penjualan kuda itu berjenis kelamin laki-laki, variasi harga jual mulai dari Rp 6 juta hingga puluhan juta rupiah untuk setiap ekornya,” katanya.

Daerah penjulan kuda, kata dia, tidak berpatok terhadap daerah sekitar saja.

“Melainkan kami pernah jual kuda ke daerah Garut, Pangandaran, Yogyakarta, Bandung dan Sumatra,” katanya.

Untuk penjualan kuda lintas pulau, kata Eman, mengaku tidak terjun langsung dalam pengiriman karena ada bandar yang paham soal pengiriman antarpulau tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved