Jenny's Herbal Menambah Produk Saat Pandemi, Sehari Laku 50 Batang Sabun Herbal

“Pembuatannya juga mudah bahan-bahan tadi dirajang kecil-kecil dikeringkan menggunakan alat khusus kemudian dikemas."

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Yenny Yuly Prayogo menunjukkan produk sabun dan minuman herbal buatannya di workshop Jenny's Herbal Jalan Prabayaksa No. 4, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, 

PADA masa pandemi Covid-19 ini, produsen Jenny's Herbal justru bertransformasi. Sebelumnya hanya memproduksi sabun kecantikan, kini merambah aneka minuman herbal.

Pernah mengenyam pendidikan Analis Kesehatan, membuat Yenny Yuly Prayogo (47) tak terlalu kesulitan membuat produk herbal. Ia mengetahui komposisi yang tepat untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan produknya.

Di workshop-nya, Jalan Prabayaksa No.4, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Yenny membuat sendiri sabun kecantikan dan minuman herbal yang dijualnya. Antara lain sabun mandi dan minuman herbal yang berkhasiat menjaga daya tahan tubuh.

Sabun produk Jenny's Herbal siap dikemas di Jalan Prabayaksa No 4 Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon,
Sabun produk Jenny's Herbal siap dikemas di Jalan Prabayaksa No 4 Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

“Mulai membuat minuman herbal ya pas pandemi ini, kira-kira Mei 2020. Saat bansos pertama dari pemerintah cair saya gunakan uangnya membeli alat pengering,” ujar Yenny kepada Tribun, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, minuman herbal itu terbuat dari jahe, temulawak, kunyit, sereh, secang, cengkeh, bunga lawang, lemon, dan rempah lainnya. Semua bahan-bahan itu dikemas dalam cup kecil yang dilengkapi saringan dan gula aren.

Bahkan, Yenny menyebut minuman herbal dapat diseduh 2-3 kali. Ia memastikan rasanya tak berubah meski digunakan untuk menyeduh lebih dari satu kali. Setiap cup minuman Jenny's Herbal dijual Rp 10.000. Minuman ini mempunyai pelanggan setia dari Cirebon, dan kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

“Pembuatannya juga mudah bahan-bahan tadi dirajang kecil-kecil dikeringkan menggunakan alat khusus kemudian dikemas. Ini juga ada pesana banyak dari Jakarta,” kata Yenny.

Ia juga menjual produk minuman herbalnya per item yang dikemas dalam jar kecil. Harganya bervariasi, Rp 20.000 - 50.000 per jar.

Dari semua bahan itu, lemon merupakan yang laris. Sebelum dikemas, lemon tersebut diiris-iris kemudian dikeringkan. Lemon itupun dapat digunakan untuk campuran menikmati teh. Caranya, tinggal dimasukkan ke dalam teh yang kita minum.

Produk sabun herbal dalam kemasan di workshop Jenny's Herbal Jalan Prabayaksa No 4, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Produk sabun herbal dalam kemasan di workshop Jenny's Herbal Jalan Prabayaksa No 4, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Yenny juga bercerita saat membuat sabun kecantikan yang mengusung nama Jenny's Nature Skincare yang berawal dari anak keduanya yang kulitnya kering. Warga Jalan Garuda, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, itu berupaya mencari cara mengatasi hal itu. Ia pun mencoba membuat sendiri sabun herbal agar kulit anaknya tidak kering.

Hingga ia pun membeli beberapa bahan untuk membuat sabun herbal, di antaranya minyak zaitun, dan minyak kelapa. Tak disangka, sabun buatannya itu membuat kulit anaknya tak kering.

“Anak saya juga enggak merasakan efek samping apapun, dan itu kejadian kira-kira empat tahun lalu. Saya mulai menjual sabun ini 2017,” ujar Yenny.

Yenny biasa menjual sabun herbal itu per paket berisi 10 buah seharga Rp 250 ribu. Sabun herbal Yenny juga tergolong laris manis. Dalam sehari rata-rata terjual 50 buah sabun herbal baik di dalam maupun luar Cirebon.

Ia mengakui produk sabun buatannya tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Penjualan juga masih lancar ke sejumlah daerah yang telah menjadi pelanggan setianya. (tribuncirebon/ahmad imam baehaqi)

Ikuti kami di
Penulis: TribunJabar
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved