Anisah Jadi yang Pertama Jual CD di Kawasan Cicadas Bandung, Sampai Saat Ini Masih Bertahan

Kalaupun saya harus berhenti, saya ingin anak saya meneruskan usaha saya ini,”

Tribun Jabar/job1-shania septiana
Anisah melayani pmebeli VCD di lapaknya Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung 

SUARA bising kendaraan beriringan dengan kencangnya suara musik dari pengeras suara yang ada di lapak compact disc (CD) milik Anisah (50) di Jalan Ahmad Yani, Bandung, Selasa (13/10).

 Kini tak ada lagi yang lain. Lapak pedagang CD pertama di kawasan Cicadas itu menjadi satu-satunya lapak CD yang tersisa di sana.

Anisah mengaku telah berjualan CD di kawasan Cicadas sejak tahun 1980.

"Saya orang pertama yang jualan CD gini di Cicadas," cetusnya bangga sambil menunjuk tumpukan CD dan VCD lagu yang ia jual di lapaknya.

Dulu, kata Anisah, ada lebih dari 10 pedagang yang berjualan CD dan VIC di kawasan Cicadas.

 "Tapi, sekarang enggak ada lagi. Ada yang sudah meninggal, ada juga yang alih profesi,” ujar perempuan yang tinggal di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, ini.

Ilustrasi penjual compact disc (CD) di lapak pinggir jalan
Ilustrasi penjual compact disc (CD) di lapak pinggir jalan (TribunJabar)

Tak hanya CD dan VCD lagu-lagu Sunda, pop Indonesia, Barat, dan lagu-lagu dangdut, Anisah juga menjual VCD-VCD film, baik film Indonesia, India, maupun Barat.

Judul-judul film selalu diperbaharui menurut pasar. Anisah mendapatkanya dari penjual di Alun-alun Bandung.

Suaminyalah, kata Anisah, yang setiap hari belanja CD/VCD untuk kebutuhan dagangannya.  

CD/VCD yang dia jual terbilang sangat murah. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu saja. Rp 5 ribu untuk CD yang berisikan lagu dan Rp 7 ribu untuk film.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved