Desa Perajin

Kampung Langseng di Cileunyi Kulon Kabupaten Bandung, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Zaman

"Sekarang ini, kalau bertemu dengan orang yang menjajakan langseng di jalan, hampir bisa dipasatikan itu dari Cileunyi Kulon"

Tribun Jabar/job1-shania septiana
Perajin menyelesaikan pembuatan langseng di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (13/10). 

SUARA mesin gerinda dan hantaman palu pada lembar seng terdengar riuh saat memasuki Langseng'>Kampung Langseng di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Suara itu berasal dari rumah-rumah warga.

Ada belasan industri langseng rumahan yang masih bertahan dan aktif berproduksi di kampung tersebut.

Kecuali lembaran-lembaran alumunium yang menjadi bahan bakunya yang mereka beli jadi, proses pembuatan langseng oleh warga di kampung ini seluruhnya dilakukan secara manual. Umumnya, warga membuat alat rumah tangga itu di halaman belakang rumah mereka.

"Dulu ada puluhan. Tapi, seiring berjalannya waktu, jumlahnya semakin berkurang," kata Asep Halim (63), salah seorang perajin langseng yang masih bertahan di kampung itu saat ditemui di tempat pembuatan langseng di halaman belakang rumahnya, pekan lalu.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya peralatan masak yang lebih praktis dan canggih, kata Asep, peminat langseng memang jauh berkurang.

“Dulu, puluhan tahun lalu, waktu semua orang kayanya pakai langseng, saya bisa ngeluarin barang sampe lima truk dalam satu minggu. Sekarang orang pada pakai magic jar,” ujarnya.

Namun, selain peminatnya yang terus menyusut, kata Asep, meroketnya harga tembaga yang menjadi bahan baku langseng menjadi kendala yang sangat berat bagi perajin.

“Itu sebabnya, alternatifnya sekarang saya pakai alumunium yang harganya lebih murah. Satu kilogram alumunium harganya di bawah Rp 100 ribu,” ujarnya.

Dibantu enam pegawainya, dalam satu hari Asep mampu membuat 15-20 set, yang masing-masingnya terdiri dari tujuh langseng. Namun karena permintaan barang yang merosot ditambah dengan adanya pandemi Covid-19, dalam sebulan bulan Asep mengaku hanya bisa menjual empat truk langseng, yang satu truknya masing-masing berisi 30-45 set langseng.

Perajin menyelesaikan pembuatan langseng di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (13/10).
Perajin menyelesaikan pembuatan langseng di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (13/10). (Tribun Jabar/job1-shania septiana)

Bisa Custom
Perlu keterampilan khusus untuk membuat sebuah langseng yang baik dan tahan lama. Setelah dibuat sketsanya, lembaran alumunium dipotong sesuai pola. Potongan itulah yang kemudian dirangkat dan disatukan hingga menjadi alat masak siap pakai. Pembelinya pun datang dari banyak kalangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved