Amin Hamidan Bikin Lampu Hias dan Aneka Hiasan dari Onderdil Bekas, Penggemarnya Sampai ke Eropa

"Buatnya kan enggak bisa sembarangan. Bahannya harus disesuaikan. Untuk kepala bagaimana, tangan, dan badan bagaimana,"

Tribun Jabar/job1-shania septiana
Amin Hamidan dan kerajinan dari onderdil bekas hasil karyanya 

DI tangan Amin Hamidan (55), onderdil bekas yang tak lagi terpakai berubah "bentuk" menjadi lampu hias cantik dan berkesan mahal. Di Timur Tengah, lampu-lampunya sangat digemari, bahkan hingga ke Jerman, Italia, bahkan ke benua Afrika.

Ditemui di kediamannya di Kompleks Bumi Bhakti Abadi, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (12/10), Amin bercerita, ia telah merintis kerajinan lampu berbahan dasar onderdil bekas ini sejak 1998.

Dua tahun kemudian, ia juga mulai membuat hiasan dinding, robot-robotan, dan sebagainya. Namun, spesialisasinya tetap lampu hias.

Penggunaan onderdil bekas sebagai bahan dasar, menurut Amin, berawal dari kegalisahannya karena memiliki banyak sekali onderdil yang tak terpakai di rumahnya.

karya seni dari onderdil bekas buatan Amin Hamidan, Bandung
karya seni dari onderdil bekas buatan Amin Hamidan, Bandung (Tribun Jabar/job1-shania septiana)

Amin pun lantas berpikir untuk mencari cara agar onderdil-onderdil itu tak terbuang percuma. Saat itulah, kata Amin, terbersit ide untuk membuat lampu hias.

“Tapi saya tak membuatnya setiap hari. Bergantung suasana hati saja, seperti melukis," ujarnya.

Meski demikian, dalam sebulan, rata-rata ada dua hingga tiga lampu hias yang bisa ia selesaikan. Setiap lampu hias, kebanyakan ia selesaikan hanya dalam empat hari. Namun, ada juga yang hingga tiga minggu. Tergantung tingkat kerumitannya.

Semua lampu hias dibuat Amin secara eksklusif. "Satu model hanya untuk satu lampu. Tidak ada lampu hias yang dibuat dengan bentuk yang sama," ujarnya.

Harus Dijiwai
Amin mengaku tak sulit untuk mendapatkan onderdil bekas untuk bahan baku kerajinannya. Onderdil kerap ia dapatkan dari daerah Majalaya dan Gedebage.

Kesulitan datang ketika onderdil yang ia dapat kurang atau tidak sesuai dengan konsep lampu hias yang sudah ia rancang.

Jika sudah begitu, Amin akan menunda penyelesaian lampunya dan kembali melakukan pencarian, atau memodifikasi konsep yang telah ia rancang dan menyesuaikannya dengan onderdil yang ia dapat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved