Sosok Kreatif

Hakimun Mujib Ciptakan Seni Kreatif dari Koran Bekas, Karyanya Dikoleksi Para Orang Penting

Di lingkungan pesantren (Ponpes Darussalam) banyak koran bekas, di kantor, di sekolah maupun di rumah pengasuh dan dewan guru

TribunJabar/Andri M Dani
Hakimun Mujib (29) memanfaatkan koran bekas sebagai media lukisan relief atau lukisan timbul di Ciamis 

SEBULAN terakhir ini Hakimun Mujib (29) memanfaatkan koran bekas sebagai media lukisan relief  atau lukisan timbul, tiga dimensi.

Di rumahnya di Kampung Pamoyanan,  RT 02/RW 04, Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, santri senior  Pondok Pesantren Darussalam tersebut melahirkan karya-karya lukis yang unik.

Setiap menyelesaikan sebuah lukisan relief tersebut Mujib langsung mengunggahnya ke status WhatsApp (WA)-nya.

Mujib saat  melatih pemuda memanfaatkan koran bekas menjadi anyaman di Sekolah Alam Motekar Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Sadananya, Ciamis, Minggu (18/10)
Mujib saat melatih pemuda memanfaatkan koran bekas menjadi anyaman di Sekolah Alam Motekar Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Sadananya, Ciamis, Minggu (18/10) (TribunJabar/Andri M Dani)

“Awalnya saya membuat lukisan relief , tentang sebelah telinga. Begitu selesai coba-coba diupload di status WA. Nggak nyangka ternyata ada yang langsung berminat, dan minta diantar ke kantor. Alhamdulllah,” ujar Mujib kepada Tribun, Senin ( 19/10).

Atas kejadian tersebut Mujib jadi ketagihan. Ia kembali melukis relief sebelah telinga, dengan bahan dasar koran bekas. Sudah empat lukisan relief telinga yang dia bikin. Dua telinga kanan dan dua telinga kiri. Semuanya kini  sudah jadi milik kolektor.

“Telinga-telinga” itu kini ada yang menjadi koleksi Kadis UMKM, komisioner KPU, bahkan juga ada yang jadi koleksi Wagub Jabar, H Uu Ruzhanul Ulum.

“Ajudan Pak Wagub pesan langsung lewat WA. Katanya untuk koleksi Pak Wagub,” katanya.

telinga karya Hakimun Mujib, warga Cijeunjing, Ciamis yang dibuat dari koran bekas.
telinga karya Hakimun Mujib, warga Cijeunjing, Ciamis yang dibuat dari koran bekas. (TribunJabar/Andri M Dani)

Mujib hanya memamerkan buah karya-nya tersebut di status WA telepon androidnya.

Untuk melahirkan sebuah lukisan timbul sebelah telinga, menurut Mujib ia membutuhkan seperempat kilogram koran bekas serta tiga hari untuk menyelesaikan karya seninya tersebut.

“Kadang bisa dua hari, bergantung bagaimana mood,” ungkap ayah seorang bocah perempuan tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved