Kampung Seni Jelekong

Odang Berharap Lukisannya Laris Seperti Sebelum Ada Pandemi, Dulu Bisa Laku 150 Lukisan Per Bulan

“Saya buka galeri ini tahun 2007, karena suka ngelukis dan gak tahu harus kerja apa ya jadi buka galeri dengan modal kecil-kecilan,”

Tribunjabar-job1/Shania Septiana
Odang pemilik galeri lukis di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. 

KAMPUNG Seni Jelekong Kabupaten Bandung dihuni oleh pelukis yang mendapat keahlian secara turun-temurun. Tempat ini terkenal sebagai gudangnya tukang lukis yang mendunia.

Memasuki jalan utama Jalan Giriharja, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Ada sekitar 20 galeri di sepanjang jalan desa. Sekitar 600 lukisan dijajakan di setiap galeri yang akan memudahkan penikmat seni untuk mencari dan mendapatkan lukisan yang diinginkan hanya dengan pergi ke Jelekong saja.

Salah satunya Odang (70), warga Kampung Jelekong. Pada tahun 2007 merupakan tahun pertama ia membuka galeri lukis miliknya. Alasannya karena keahliannya dalam melukis dan ditambah tidak ada keahlian lain yang bisa dia kerjakan.

“Saya buka galeri ini tahun 2007, karena suka ngelukis dan gak tahu harus kerja apa ya jadi buka galeri dengan modal kecil-kecilan,” ujarnya, Senin (21/9/2020)

Galeri lukis milik Odang (71) di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Galeri lukis milik Odang (71) di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (Tribunjabar-job1/shania septiana)

Berawal dari 15 lembar lukisan yang dia jual, hingga pada akhirnya Odang berhasil menjual 150 lukisan per bulan. Dengan pendapatan mencapai Rp 20 juta per bulan. Ditambah lagi karyawan yang membantunya ada 30 orang. Dan dalam satu hari mampu menghasilkan 20 lukisan.

Namun enam bulan terakhir, sejak pandemi Covid-19 melanda, pendapatannya menurun sampai 90 persen. Kini dalam satu bulan dia hanya bisa menghasilkan Rp 2 juta. Ditambah dia harus merumahkan 25 karyawannya.

Lukisan Jelekong yang biasanya dipasarkan di kawasan Braga, rupanya tak hanya diminati masyarakat Indonesia. Lukisan Jelekong mampu menembus pasar luar negeri hingga Malaysia.

“Kemarin bapak sering maket keluar kota malah sampe ke luar negeri kaya Malaysia, Padang, sama Riau, sekarang susah sudah gak bisa maketin lagi,” kata dia.

Odang bercerita, sehebat apa teknologi saat ini sampai dagangannya bisa laku hingga mancannegara.

Meskipun dagangannya tidak dia pasarkan melalui media sosial atau secara online tapi dia merasa beruntung berkat adanya teknologi internet banyak yang tahu keberadaan galeri miliknya.

“Dulu ponsel itu masih susah ya gak segampang sekarang, informasi tentang ini itu lama, tahu tapi banyak pembeli pada datang ke sini, tiap minggu ada aja dari luar daerah bahkan dari luar negeri,” ujarnya.

Odang menuturkan karya yang dia lukis biasanya berupa lukisan pemandangan, flora dan fauna, bahkan lukisan abstrak nan rumit yang disesuaikan pesanan pelanggan pun dia jual. Harga lukisan yang ditawarkan beraneka ragam bergantung ukuran dan teknik kesulitan lukisan itu sendiri.

Dia mengatakan harga lukisan yang ditawarkan dari dulu hingga sekarang tidak jauh berbeda.

Ukuran 135 cm x 80 cm berada di kisaran harga Rp 500 ribu dan lukisan yang paling mahal biasanya berupa lukisan pemandangan dengan harga Rp 5 juta.

Namun rata-rata pembeli sekarang membeli ukuran 100 cm x 100 cm. Pembelinya pun datang dari beragam kalangan, seperti, seniman, reseller, hingga kolektor lukisan.

“Biasanya kalo yang beli lukisan bapak itu ya bandar dan untuk dijualin lagi di daerahnya, kalo misalnya dia orang Cirebon ya dia jual lagi di Cirebon, tapi banyak juga seniman dan kolektor ” ujarnya.

Arif Mustari (24), salah satu karyawan yang melukis di galeri lukis milik Odang bercerita, ia sudah 5 tahun bekerja di galeri lukis ini. “Saya belajar lukis dari 5 tahun lalu, jadi mempeung ada kesempatan saya manfaatin keahlian saya untuk bekerja di sini,” ujarnya.

Arif juga menceritakan bagaimana proses melukis yang biasanya dia lakukan. Dimulai dari sketsa, mewarnai background, mewarnai tema gambar yang dia lukis, hingga finishing. Dalam satu hari dia mampu menyelesaikan satu lukisan namun kembali lagi, tergantung sesulit apa lukisan yang dia lukis.

“Satu hari bisa satu lukisan dimulai dari sketsa, background, sampai finishing,” ujarnya.

Arif Mustari (24),  karyawan yang melukis di galeri lukis milik Odang di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Arif Mustari (24), karyawan yang melukis di galeri lukis milik Odang di Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (Tribunjabar-job1/Shania Septiana)

Pendapatan per bulan yang dia hasilkan dari melukis sekitar Rp 2 juta, jumlah pendapatannya tetap stabil meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved