Imas, Berjualan Ikan Hias Sejak 30 Tahun Lalu, Raih Untung Rp 1 Juta Seminggu

“Dulu pernah digusur Satpol PP beberapa kali. Dagang di Pagarsih hancur pindah ke Leuwipanjang hancur juga, balik lagi ke sini Alhamdulillah"

Tribunjabar-job1/shania septiana
Imas pedagang ikan hias di Pasar Ikan Hias Muara, Kota Bandung. Ia berjualan sejak 30 tahun lalu 

TRIBUNJABAR.ID - Bagi pecinta hewan memeliharan kucing, anjing, maupun kelinci sudah sangat biasa. Alasannya, ketiga hewan tersebut merupakan hewan darat yang bisa kita sentuh bagaimana pun posisinya. Berbeda jika memelihara hewan yang hidup di air. Seperti ikan misalnya.

Bagi pencinta hewan air ini, ada pasar khusus yang menjual ikan hias yaitu Pasar Ikan Hias Muara di Jalan Peta, Kota Bandung. Menurut para pedagang, pasar tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an.

Para penjual di Pasar Ikan ini mejual ikan dalam kantung plastik yang diisi oksigen. Berisi 5 sampai 10 ikan dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu. Ikan yang dijual di sini ditempatkan di dua tempat yaitu akuarium atau disimpan di kolam ikan dengan ukuran 1x2 meter hingga 4x6 meter.

Imas pedagang ikan hioas di Pasar Muara, Kota Bandung
Imas pedagang ikan hioas di Pasar Muara, Kota Bandung (Tribunjabar-job1/shania septiana)

Salah satu penjual adalah Imas (63). Ia menjual ikan hias dan aksesori akuarium di pasar ini sejak 30 tahun lalu. Ia memulai usahanya ketika anak bungsunya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Alasannya berjualan ikan adalah, ia merasa rezekinya datang dari ikan-ikan yang ia jual.

“Saya jualan di sini sudah dari dulu sekali, dari anak bungsu saya masih SD, ya ada lah 30 tahun, rejeki saya ada di sini” ujar wanita yang akrab disapa Emak ini.

Pasar ini terbilang komplit. Selain menjual ikan hias, di sana juga menjual pakan ikan, akuarium, aksesori akuarium seperti bunga, rerumputan, mesin pemutar air, dan rumah ikan lengkap dengan akar-akar pohon yang sangat estetik jika dijadikan aqua scape.

Jenis-jenis ikan yang dijual di sini pun beragam seperti cupang, louhan, koi, dan arwana. Imas mendapatkan ikan dari pengepul yang berasal dari Bogor dan Jawa Tengah. Setiap dua kali seminggu pengepulnya datang mengirim ikan ke jongko miliknya.

Imas bercerita, dulu dia sempat beberapa kali digusur Satpol PP ketika berjualan ikan. “Dulu pernah digusur Satpol PP beberapa kali. Dagang di Pagarsih hancur pindah ke Leuwipanjang hancur juga, balik lagi ke sini dan Alhamdulillah sampai sekarang,” ujarnya.

Dalam satu minggu Imas mampu meraup keuntungan Rp 1 juta. Pembeli akan sangat ramai berdatangan di ujung minggu. Di waktu ini lah, ikan hias dagangannya akan habis dibeli. Ikan yang paling banyak diminati adalah ikan-ikan yang harganya terjangkau. Sepeti ikan berjenis Sumatera lemon, Black shadow. Biasanyanya anak-anak SD yang membeli ikan-ikan tersebut.

“Yang paling laku yang ini, ikan-ikan yang harganya Rp 5 ribu, kaya anak-anak SD tuh senang kan ikannya pada murah baru kalo Sabtu Minggu banyak yang beli, yang Rp 30 ribu, Rp 60 ribu” ujarnya.

Imas sedang menata dagangannya di Pasar Ikan Hias Muara, Kota Bandung, belum lama ini
Imas sedang menata dagangannya di Pasar Ikan Hias Muara, Kota Bandung, belum lama ini (job1-shania septiana)
Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved