Bertekad Melestarikan Wayang Golek

Ramdan Kosasih, Penjual dan Perajin Wayang Golek yang Tersisa di Kawasan Braga Kota Bandung

Emang jarang ada yang beli sekarang mah, tapi karena kesenangan dan kepuasan hati maka saya terus berjualan wayang golek

TribunJabar - job3/indra rosidin
Ramdan Kosasih, warga Braga, Kota Bandung yang merupakan perajin sekaligus penjual wayang golek. 

TRIBUNJABAR.ID – Wayang golek adalah kesenian khas Sunda yang perlu dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat. Namun di zaman serba modern ini atau biasa disebut era milenial, orang-orang hampir tidak peduli dengan pelestarian kebudayaan khususnya wayang golek.

Hal tersebut dirasakan oleh Ramdan Kosasih (60) warga asal Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung yang berprofesi sebagai penjual sekaligus perajin wayang golek.

Ia mengatakan bahwa orang-orang sekarang lebih suka sesuatu yang instan dan sudah jarang yang melestarikam kebudayaan.

“ Ah zaman sekarang mah orang suka sesuatu yang instan, jarang yang suka wayang golek “ ucap Ramdan Kosasih saat ditemui di Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (22/9/2020).

Pria yang berjualan di sekitaran Jalan Braga ini mempunyai ambisi terus melestarikan kesenian wayang golek meskipun orang sudah baanyak yang tidak peduli.

Kecintaanya terhadap kesenian wayang golek didapat turun temurun dari almarhum ayahnya. Ia pun mengklain hanya dirinya yang tersisa sebagai penjual wayang golek di sekitaran Braga.

“Yang jualan wayang di sini saya doang, dulu ada di samping lapak saya. Itu pun saudara saya, cuma sudah enggak lagi, “ ucapnya.

Ramdan Kosasih, penjual dan perajin wayang golek di Braga Bandung
Ramdan Kosasih, penjual dan perajin wayang golek di Braga Bandung (TribunJabar - job3/indra rosidin)

Ayah dua anak ini sudah berjualan wayang golek selama dua puluh tahun,. Ia mengatakan ada kesenangan tersendiri ketika berjualan wayang golek.

Dirinya pun dulunya diajak.berjualan oleh almarhum ayahnya dan seketika kecintaan terhadap.kesenian wayang golek merasuki hatinya

“Ayah saya dulu jualan sekitar tahun 1970. Emang jarang ada yang beli sekarang mah, tapi karena kesenangan dan kepuasan hati maka saya terus berjualan wayang golek, “ Ucapnya.

Ia bersyukur masih ada sejumlah orang yang peduli terhadap kesenian khas Sunda ini. Bahkan ia mengatakan ada warga negara asing yang sangat senang mengoleksi wayang golek.

“Alhamdulillah masih suka ada yang beli karena pengen ngoleksi, dulu pernah ada bule beli wayang. Dia sangat senang sekali bisa mengoleksi wayang, “ katanya

Dengan penghasilan yang kadang tidak terlalu besar, ia terus berjualan karena pada akhirnya kepuasan hati yang paling berharga.

Berbagai macam ukuran dan nama wayang golek yang ia jual, dari harga Rp 25 ribu hingga Rp 250 ribu.

“ Ini Cepot, Pandawa, Petruk, Semar, dan banyak lah pokoknya. Harganya ada yang sepaket isinya empat wayang itu Rp 100 ribu, ukuran 25 sentimer. kalau yang paling besar ukuran sekitar 50 sentimeter harganya Rp 250 ribu,“ katanya
.
Ramdan Kosasih bertekad terus mewariskan kecintaanya terhadap kesenian wayang golek agar i tidak habis dimakan waktu. Ia yakin suatu saat nanti kesenian wayang golek akan kembali disukai seperti dahulu kala.

“Saya ingin mewariskan wayang golek ke anak cucu saya, agar terus dilestarikan sampai nanti, “ ucapnya. (Job3/indra rosidin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved