Ekonomi

AMA Bandung Gelar Seminar Soal Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun 2020

AMA cabang Bandung menggelar seminar nasional ekonomi dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia.

Penulis: TribunJabar
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribun Janar
AMA cabang Bandung menggelar seminar Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2020 di Fox Harris Hotel, Jalan Jawa No 3, Babakan Ciamis, Kota Bandung. 

AMA Bandung Gelar Seminar Soal Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun 2020

TRIBUNJABARWIKI.ID, BANDUNG - Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) cabang Bandung menggelar seminar nasional ekonomi dengan mengusung tema ' Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2020'.

AMA cabang Bandung menggelar seminar Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2020 di Fox Harris Hotel, Jalan Jawa No 3, Babakan Ciamis, Kota Bandung.
AMA cabang Bandung menggelar seminar Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2020 di Fox Harris Hotel, Jalan Jawa No 3, Babakan Ciamis, Kota Bandung. (Tribun Janar)

Seminar tersebut diselenggarakan di Fox Harris Hotel, Jalan Jawa No 3, Babakan Ciamis, Kota Bandung, pada beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan ini yang tampil sebagai pembicara adalah Pakar Ekonomi Nasional, Faisal Basri.

Dalam pemaparannya, Faisal mengatakan, di tengah situasi ekonomi yang berlangsung saat ini, terdapat berbagai kejutan yang harus mampu dipahami oleh seluruh masyarakat dan dunia industri.

Satu di antaranya adalah perekonominan Indonesia yang berbanding terbalik dengan negara-negara maju lainnya.

"Ketika ekonomi dunia turun, malah di indonesia naik, begitu juga sebaliknya. Menurut saya, hal tersebut bisa saja disebabkan oleh sektor keuangan di Indonesia yang belum maju, serta
tidak seimbang dengan dunia," ujar Faisal dihadapan ratusan perserta seminar tersebut.

Faisal menyebutkan, perekonimian di era pemerintahab Jokowi, inflasi mengalami penurunan terus menerus dibawah garis merah. Suku bunga turun dari 6 persen menjadi 5 persen, sehingga kredit diharapkan naik.

Sementara pasar saham di seluruh dunia naiknya drastis, beda hal dengan Indonesia yang hanya menetap di 5 persen.

"Kinerja saham di Indonesia cenderung melemah karena perusahaan asing yang membeli saham di Indonesia itu sedikit," jelas Faisal.

Faisal menambahkan, dalam menghadapi perkembangan perekonomian dunia, saat ini pemerintah tidak hanya mengandalkan atau memperkuat aspek pada bidang produksi maupun marketing saja.

Akan tetapi juga dibutuhkan kolaborasi dengan aspek lainnya, yaitu research and development untuk mampu bersaing dalam sisi peningkatan ekonomi.

"Satu di antara peningkatan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bagus adalah bisnis garment. Bisnis ini mampu menyumbang investasi untuk negara sebesar 6,5 persen dari migas," kata Faisal.

Ketua Pengurus AMA Bandung, Jennifer Yunani, mengatakan, tujuan digelarnya seminar ekonomi oleh AMA Bandung ini, untuk memberikan edukasi khususnya secara makro tentang kondisi perekonomian di Indonesia kepada masyarakat umum.

"Seminar kali ini kami mengundang Faisal Basri sebagai pematerinya. Pemaparan beliau sangat kredibel, jarang sekali terpengaruh situasi politik dan sebagainya, serta tajam mengevaluasi situasi ekonomi saat ini," ujar Jennifer kepada Tribun Jabar, ditemui di akhir kegiatan seminar

Jennifer mengatakan, harapan dari kegiatan seminar Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2020 ini, semoga para peserta bisa mendapatkan banyak wawasan dan ilmu dari pemateri. Sehingga termotivasi untuk ikut serta dalam kemajuan perekonomian yang lebih baik. (Fasko)

Ikuti kami di
KOMENTAR
46 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved