Seni bakat siswa

Wadahi Bakat Siswa, YPII Kantor Cabang Bandung Gelar Penampian Seni dan Menari Bersama 200 Siswa

YPII) Cabang Bandung, menggelar acara Penampilan Seni dan Lagu Bertajuk 'YPII Peduli Budaya Nusantara'.

Penulis: TribunJabar
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Pertunjukan tari Tortor Sumatera Utara oleh siswi TK Maria Bintang Laut YPII Cabang Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Yayasan Penyelenggaraan Idahi Indonesia (YPII) Kantor Cabang Bandung, menggelar acara Penampilan Seni dan Lagu Bertajuk 'YPII Peduli Budaya Nusantara'.

Acara tersebut digelar di kawasan Lobby Langit 23 Paskal, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Para peserta yang ikut di acara Penampilan Seni dan Lagu ini merupakan siswa-siswi gabungan dari unit sekolah YPII Cabang Bandung.

Sekolah itu di antaranya adalah TK Maria Bintang Laut, SD Maria Bintang Laut, SMP Waringin, dan SMA Trinitas.

Para siswa-siswi sekolah YPII Cabang Bandung menampilkan beragam pentas seni tari tradisional.

Di antaranya adalah tarian piring dari Sumatera Barat, tarian Jaipong dari Jawa Barat, tarian Tortor dari Sumatera Utara, dan lainnnya.

Pertunjukan tari Tortor Sumatera Utara oleh siswi TK Maria Bintang Laut YPII Cabang Bandung.
Pertunjukan tari Tortor Sumatera Utara oleh siswi TK Maria Bintang Laut YPII Cabang Bandung. (Tribun Jabar/Fasko Dehotman)

Selain tarian tradisional, para siswa-siswi tersebut juga menampilkan permainan musik angklung.

Pada puncak acara, pengunjung Paskal 23 dihibur kegiatan ayo menari bersama 200 siswa-siwi dari gabungan sekolah YPII Cabang Bandung.

Di akhir acara, masing-masing perwakilan sekolah YPII Cabang Bandung menyuguhkan hiburan lagu dan permainan alat musik.

Tujuan digelarnya YPII Bandung Peduli Budaya Nusantara ini terdiri dari sebagai berikut :

- Untuk mewadahi kreatifitas bakat dan minat siswa-siswi mereka di bidang seni.

- Mengenalkan budaya tradisional khususnya menari pada para siswa di lingkungan YPII kantor cabang Bandung.

- Membina dan meningkatkan kreativitas dan apresiasi siswa terhadap bidang seni yang berakar pada budaya bangsa di lingkungan sekolah.

- Mempromosikan kegiatan sekolah di setiap unit lingkungan YPII kantor cabang Bandung.

- Turut melestarikan budaya tradisional di lingkungan sekolah.

Penanggungjawab Kegiatan Acara YPII Peduli Budaya, Y. Woro Pradnastuti, menuturkan, dari kegiatan acara ini diharapkan para siswa-siswi YPII Cabang Bandung bisa lebih peduli pada budaya nusantara, serta ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Pertunjukan taria piring dari Sumatera Barat oleh siswi SD Maria Bintang Laut YPII Cabang Bandung.
Pertunjukan tarian piring dari Sumatera Barat oleh siswi SD Maria Bintang Laut YPII Cabang Bandung. (Tribun Jabar/Fasko Dehotman)

"Zaman sekarang kemajuan teknologi telah demikian pesat, tak seharusnya anak-anak muda kita lalai pada peninggalan kebudayaan bersejarah. Hal ini karena muatan-muatan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tersimpan di setiap karya-karya seni dan kebudayaan," ujar Woro kepada Tribun Jabar, ditemui setelah acara tersebut dan di lokasi yang sama.

Menurut Woro, semakin berkembangnya gaya hidup kebudayaan Barat ini, seakan meretas dan membongkar akar kebudayaan Indonesia yang notabene adalah budaya Timur.

Atas dasar itulah YPII cabang Bandung menyelenggarakan kegiatan acara Penampilan Seni dan Lagu YPII Peduli Budaya Nusantara #ayomenari.

Selain tarian tradisional, para siswa-siswi tersebut juga menampilkan permainan musik angklung
Selain tarian tradisional, para siswa-siswi tersebut juga menampilkan permainan musik angklung (Tribun Jabar/Fasko Dehotman)

"Menjaga warisan seni dan kebudayaan Indonesia adalah tantangan kita bersama. Maka kita jangan lalai pada budaya sendiri. Jika lalai, sama saja mencabut akar budaya Indonesia, sehingga melahirkan budaya yang tak beridentitas. Bahkan akan terjebak kepada euforia budaya asing yang mungkin tak jelas arahnya," pungkas Woro. (Fasko)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved