Hotel bersejarah di Bandung

Kamar 244 Hotel Savoy Homann

Mengintip Kamar 244 di Hotel Savoy Homann yang pernah disinggahi Presiden Sukarno pada KAA 1955

Penulis: TribunJabar
Editor: Ahmad Nur Rosikin
TRIBUN JABAR/FASKO
Tempat tidur yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno di Hotel Savoy Homann 

Mengintip Kamar 244 di Hotel Savoy Homann yang pernah disinggahi Presiden Sukarno pada KAA 1955

TRIBUNJABARWIKI - Tahukah Anda, Presiden Soekarno pada Koferensi Asia Afrika 1955, ternyata menginap semalam di Hotel Savoi Homann?

Hotel yang berjarak sekira 50 meter menuju Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Bandung ini memiliki banyak catatan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Hotel Savoy Homann di Jalan Asia Afrika No 112, Bandung.
Hotel Savoy Homann di Jalan Asia Afrika No 112, Bandung. (TRIBUN JABAR/FASKO DEHOTMAN)

Kamar yang sempat disinggahi Soekarno berada di lantai tiga. Kamarnya bernomor 244.

Kamar tersebut dulunya dipakai Presiden Soekarno untuk penyelenggaraan KAA pada tahun 1955.

Presiden Sokarno hanya semalam saja menginap di kamar 244 ini.

Tempat tidur yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno di Hotel Savoy Homann
Tempat tidur yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno di Hotel Savoy Homann (TRIBUN JABAR/FASKO)

Dikarenakan acara KAA hanya sehari, seusai acara tersebut Presiden Soekarno langsung bertolak menuju Jakarta.

Hampir isi dan tata letak barang-barang yang saat itu digunakan Soekarno tak ada yang berubah.

Hanya, beberapa penambahan saja agar kamar ini terlihat lebih indah dan nyaman.

Pada koridor kamar hotel tersebut banyak dijumpai foto-foto dari zaman dulu saat KAA digelar.

Mulai dari foto Presiden Soekarno bersama petinggi negara-negara Asia-Afrika hingga foto Presiden Jokowi tahun 2015 lalu.

Saat memasuki kamar bernomor 244 tersebut, Anda akan menjumpai ruang tamu yang cukup luas.

Bentuk kamar Homann Suite yang pernah ditempati Soekarno.
Bentuk kamar Homann Suite yang pernah ditempati Soekarno. (TRIBUN JABAR/FASKO DEHOTMAN)

Di ruang tamu tersebut terdapat dua sofa berwarna krem, dua meja berwarna hitam, dan satu bingkai foto yang berukuran cukup besar.

Bingkai foto tersebut berisi kolase 5 foto-foto Soekarno pada saat KAA tahun 1955.

Saat masuk lebih dalam, tampak sisi kanan dinding lorong dihiasi lukisan abstrak berwarna merah.

Dan di sisi kirinya terdapat alat musik Rebab yang dipajang pada bingkai kaca.

Di balik dinding sisi kiri, terdapat kamar kecil yang dulu digunakan para ajudan Presiden Soekarno beristirahat.

Di seberang kamar ajudan tersebut terdapat ruangan utamanya.

Ruangan utamanya terdapat ruang tengah yang berisi 3 kursi dan satu televisi.

Di sebelah ruang tengah tersebut terdapat kamar tidur yang ditutupi kaca.

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved