Wisata Belanja

6 Sentral Belanja yang Terkenal di Bandung

Bandung tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner dan wisata. Tetapi dikenal juga sebagai pusat wiasata belanja dengan berbagai macam di dalamnya.

DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
6 Sentral Belanja yang Terkenal di Bandung 

Di Pasar Buku Palasari Anda bisa melakukan tawar menawar pada buku yang diinginkan, terutama ketika di kios-kios.

Banyak buku bekas yang bisa Anda beli dengan harga sangat murah.

Buku bajakan yang sudah tidak terbit lagi, masih bisa dijumpai di Palasari.

Anda harus rajin berkeliling kios jika buku yang diinginkan ternyata susah ditemukan.

Palasari sudah terkenal, tidak hanya di kota Bandung, bahkan bagi para wisatawan asing.

Banyak orang luar negeri yang berburu buku lama di Palasari.

Berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen, guru, pelajar, hingga ibu rumah tangga berkunjung ke Palasari setiap harinya.

Di Pasar Palasari juga tersedia berbagai warung makan sehingga pengunjung bisa melepaskan rasa dahaga atau mengisi perut setelah berkeliling Palasari.

Nah, rata-rata orang yang berdagang buku di lokasi Palasari ini berasal dari Padang.

3. Kawasan Jalan Veteran, Surganya Toko Sepeda di Bandung

Toko Sepeda di Jalan Veteran
Toko Sepeda di Jalan Veteran (Tribun Jabar)

Di Bandung terdapat sebuah ruas jalan yang khusus menjual sepeda dan asesorisnya.

Adalah Jalan Veteran, Kosambi, Bandung, tempat yang wajib Anda kunjungi.

Disana berjajar penjual sepeda, selain itu Anda dapat memilih beragam jenis yang sesuai dengan budget.

Di Jalan Veteran banyak menyediakan sepeda anak, sepeda lipat, sepeda stylish fixie dan sepeda gunung.

Merek yang tersedia juga cukup banyak seperti Polygon dan Wimcyle.

Warna-warna velg dan sepeda yang dipajang di setiap toko pun bervariasi seperti kuning, hijau, biru, merah, dan lain-lain.

Tidak hanya sepeda baru, sepeda bekas pun dijual dengan harga yang bisa ditawar.

Bagi Anda yang hobi merakit sepeda, penjual di ruas jalan ini menyediakan layanan modifikasi khususnya sepeda fixie.

Berbagai macam aksesoris seperti sadel sepeda berwarna – warni, perangkat gear dan rantai, serta velg tersedia.

Jika tertarik untuk melihat pusat penjualan sepeda tersebut, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi melalui jalan Ahmad Yani dari arah timur.

Sedangkan dari pusat kota Bandung, Anda bisa melalui Jalan Lengkong Besar yang langsung melewati ruas jalan ini.

4. Kawasan Jalan Astanaanyar, pusat Berburu Barang Bekas Terlengkap di Bandung

Pasar Loak Astanaanyar
Pasar Loak Astanaanyar (Tribun Jabar)

Sesuai dengan namanya, pasar ini menjual segala barang - barang bekas pakai.

Di samping itu, pasar ini dijamin menjadi surga bagi Anda yang ahli dalam tawar-menawar.

Lokasinya yang tak jauh dari Taman Tegal Lega, memudahkan Anda untuk menemukan para pedagang loak ini.

Banyaknya barang bekas yang dijual, membuat hati para pembeli kepincut untuk sekedar melihat-lihat.

Pedagang-pedagang barang loak ini membuka lapaknya di sepanjang Jalan Astana Raya hingga Jalan Pajagalan, Tegal Lega, Bandung.

Bagi pembeli yang membawa kendaraan tidak perlu khawatir, karena dagangan yang ditaruh di sisi jalan sama sekali tak mengganggu arus lalu lintas di sekitarnya.

Sembari jalan-jalan dan menikmati barang loak, pembeli juga dapat membawa pulang barang-barang tersebut dengan harga yang sangat murah.

Barang-barang loak yang dijejerkan oleh penjual pun beragam bentuk.

Mulai dari mesin tik, radio, televisi mini, kompor gas, nintendo, kipas angin, sepeda, kamera analog, keranjang bayi, rice cooker, hingga kloset duduk pun ada di sini.

Tidak hanya barang-barang rumahan, pedagang barang loak ini juga menawarkan segala macam aksesoris.

Seperti aksesoris kendaraan bermotor, aksesoris telepon genggam, serta barang-barang antik seperti lukisan, perkakas, dan peralatan dapur dari logam.

Dengan harga yang sangat murah, pembeli bisa dengan bebas memborong barang-barang yang disenanginya.

Di sini, pembeli tak perlu malu untuk memegang atau mencobanya terlebih dahulu.

Karena pedagang loak di sini dengan senang hati mempersilahkan pembeli untuk menjajalnya.

Harga yang dibanderol untuk barang-barang loak ini pun bervariasi mulai Rp 1000 - Rp 300.000.

Meski barang loak tersebut telah dibanderol oleh sang penjual.

Namun, pembeli bisa saja melakukan tawar - menawar hingga mendapatkan harga yang diinginkan.

Sebagai contoh, sebuah dispenser di antara lapak pedagang loak dibanderol Rp 25.000.

Harga tersebut merupakan harga awal yang diberikan penjual kepada calon pembeli.

Pedagang-pedagang loak di sini mengaku mengambil semua barangnya dari perabotan -perabotan rumah tangga yang sudah tak dipakai oleh pemiliknya.

Selain itu, mereka juga mengambil barang dari tempat yang disebut bandar loak.

Bandar loak tersebut merupakan, orang yang khusus mengumpulkan barang loak dan dijual kembali dengan gerobak.

5. Kawasan Cikapundung, Sentral Penjualan Barang Antik

Salah satu toko yang menawarkan barang-barang jadul, antik, dan unik di Cikapundung.
Salah satu toko yang menawarkan barang-barang jadul, antik, dan unik di Cikapundung. (Tribun Jabar)

Cikapundung Elektronic Center (CEC), Bandung, bisa menjadi surga yang tepat untuk berburu barang zaman dulu (jadul) tersebut.

Beberapa penjual dan pembeli yang terlihat sibuk tawar menawar harga.

Sebagian dari pembeli sudah nampak beruban dan cukup tua.

Meski demikian, usia bukan menjadi hambatan untuk tetap menggeluti hobi mereka sebagai kolektor barang antik.

Pasar Seni dan Antik ini terdiri dari kios-kios yang tertata rapi.

Beberapa barang seperti lampu-lampu antik, radio jadul, kursi-kursi bekas, piringan hitam, dan barang-barang pajangan dijual dengan harga variatif.

Seperti contohnya, sebuah lampu antik dapat dihargai sekitar Rp 200.000 dan satu set piringan hitam dari grup band Bee Gees bisa dihargai sebesar Rp 1.500.000.

Beberapa barang di sini rata-rata berasal dari luar negeri seperti Jerman, Belanda, dan Inggris.

Jika beruntung, pembeli dapat menemukan barang antik yang masih dapat berfungsi dengan baik.

Tentu saja pembeli juga harus pintar dan jeli dalam menawar barang.

6. Jalan Karapitan, Sentaralnya Penjualan Ikan Hias dan Akuarium

Ikan hias yang terdapat di Toko Gampang Ingat Aquarium.
Ikan hias yang terdapat di Toko Gampang Ingat Aquarium. (Tribun Jabar)

Di Bandung, sentra ikan hias dan toko akuarium bisa ditemui di sekitar Jalan Karapitan.

Toko akuarium dan penjual ikan hias di Jalan Karapitan, sudah lama menjadi tempat favorit penggemar ikan hias.

Terutama bagi warga di kawasan Buah Batu, dan Karapitan sendiri.

Di daerah ini, tersedia berbagai macam ikan hias dan aksesori untuk memperindah akuarium.

Satu di antaranya adalah Gampang Ingat Aquarium yang berlokasi di Jalan Karapitan No.74, Lengkong, Kota Bandung.

Toko aquarium ini mempunyai ciri khas desain interiornya yang ditata apik.

Penataan tersebut untuk memanjakan konsumen yang datang ke sana.

Memasuki tempat ini, di setiap penjuru toko yang dilihat hanyalah aquarium berisi ikan.

Di samping itu, juga tampak ramainya pengunjung yang berdesakan.

Di Toko Gampang Ingat Aquarium ini, tersedia berbagai macam kebutuhan aquatik Anda.

Mulai dari akuarium, lampu akuarium, batu atau pasir untuk akuarium.

Makanan ikan, obat-obatan ikan, bak fibre, tanaman air, mesin gelembung, mesin sirkulasi, mesin filter untuk kolam dan akuarium.

Hingga pupuk untuk tanaman dalam akuarium, makanan merk Tetra, mainan atau aksesori untuk akuarium, dan lampu UV, tersedia di sini.

Beberapa tahun lalu, toko ini terkenal karena aquarium ikan laut raksasanya yang ditempatkan di sudut toko.

Dengan melihatnya saja, pengunjung seolah-olah akan merasa sedang berada di mini Sea World.

Di samping Gampang Ingat Aquarium, terdapat pula toko akuarium lainnya yakni Laksana Aquarium.

Di Laksana ini dijual berbagai ikan air laut dan tawar, selain itu dijual juga aksesori untuk memperindah akuarium.

Seperti mesin gelembung, mesin sirkulasi, mesin filter untuk kolam dan akuarium, dan pupuk untuk tanaman dalam akuarium.

Selain itu, juga tersedia makanan untuk ikan yang berkualitas.

Gampang Ingat Aquarium dan Laksana Aquarium adalah toko yang bersebelahan, yang berada di Jalan Karapitan.

Keduanya bisa dikatakan sebagai pelopor dari kehadiran ikan hias air laut di kota Bandung. (*)

Ikuti kami di
Penulis: TribunJabar
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved